https://journalofserviceclimatology.org/Banyaknya Korban Tewas Agresi Israel di Gaza Mencapai 27 Ribuan Jiwa

journalofserviceclimatology.org – Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan di Gaza, telah terjadi peningkatan tragis dalam jumlah korban jiwa akibat dari serangan militer Israel, dengan total korban meninggal telah mencapai 27.365 orang per hari Minggu, tanggal 4 Februari. Selama periode 24 jam terakhir, tercatat 127 orang lagi telah kehilangan nyawa mereka. Selain itu, jumlah orang yang mengalami luka-luka kini telah melebihi 66.630 individu.

Serangan yang dilakukan oleh Israel sejak tanggal 7 Oktober terus berlangsung dengan intensitas yang tinggi, khususnya di wilayah selatan Gaza.

Pasukan militer Israel telah mengumumkan bahwa mereka telah mengalihkan fokus operasi militernya ke selatan Gaza setelah mengklaim telah menghilangkan ancaman dari kelompok Hamas di area utara. Khan Younis, kota yang terletak di selatan Gaza, menjadi sasaran utama karena diduga menjadi lokasi persembunyian pemimpin-pemimpin Hamas.

Pada saat yang sama, Israel menerima instruksi dari Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) yang menyerukan negara tersebut untuk mengambil langkah-langkah pencegahan guna menghindari terjadinya genosida. Keputusan ICJ menuntut Israel untuk memastikan bahwa operasinya tidak menyebabkan genosida dan untuk tidak menghancurkan bukti yang terkait dengan hal tersebut.

Israel juga diinstruksikan untuk memberikan sanksi terhadap pihak-pihak yang terbukti memprovokasi genosida dan memastikan bahwa koridor bantuan kemanusiaan terbuka bagi penduduk Gaza yang membutuhkan.

Situasi kemanusiaan di Gaza saat ini sangat kritis, dengan warga setempat mengalami kesulitan serius di tengah musim dingin dan kondisi cuaca buruk. Kamp-kamp pengungsian di sana berada dalam keadaan yang sangat memprihatinkan, dengan genangan air di mana-mana, kurangnya akses ke air bersih dan pasokan makanan yang memadai.

Lebih lanjut, layanan kesehatan di Gaza juga sangat terbatas, membuat perawatan bagi mereka yang terluka dalam konflik menjadi sangat sulit, terutama karena infrastruktur rumah sakit yang hampir runtuh di bawah tekanan keadaan saat ini.