journalofserviceclimatology.org

journalofserviceclimatology.org – Dalam suasana global yang dipenuhi ketidakpastian geopolitik, Kim Jong Un, Pemimpin Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea, memberikan penegasan mengenai pentingnya kesiapan perang. Komunikasi ini disampaikan kepada komunitas akademis dan militer di sesi pembimbingan di Universitas Militer dan Politik Kim Jong Il pada tanggal 10 April.

DPRK Bersiap untuk Kemungkinan Konfrontasi Militer

Dalam pernyataannya, Pemimpin Kim Jong Un memberikan instruksi kepada staf dan mahasiswa bahwa DPRK harus siap melakukan tindakan defensif dan ofensif sebagai respons terhadap potensi ancaman militer. Beliau menegaskan bahwa negaranya tidak akan ragu untuk menerapkan semua kemampuan yang dimilikinya dalam rangka melumpuhkan lawan.

Intensifikasi Pengembangan Kekuatan Militer dan Hubungan Luar Negeri

Peningkatan kapabilitas militer Korea Utara telah berlangsung di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, termasuk penguatan hubungan dengan sekutu strategis seperti Rusia. Terdapat indikasi bahwa Pyongyang telah terlibat dalam kolaborasi dengan Moskow, yang dapat mencakup pertukaran dukungan dalam proyek militer strategis.

Uji Coba Teknologi Rudal Hipersonik Terkini

Kim Jong Un secara pribadi memantau peluncuran rudal balistik jarak menengah dengan teknologi hipersonik dan bahan bakar padat yang terbaru. Para ahli dalam bidang pertahanan menyatakan bahwa uji coba ini signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan kecepatan pengerahan sistem rudal negara tersebut.

DPRK Menanggapi Latihan Militer AS-Korea Selatan

Korea Utara telah mengeluarkan kritik terhadap latihan militer berskala besar yang dilakukan oleh Amerika Serikat bersama dengan Korea Selatan, yang dipersepsikan oleh Pyongyang sebagai tindakan provokatif yang meningkatkan ketegangan regional.

Pernyataan terbaru dari Kim Jong Un merefleksikan suatu respons terhadap dinamika ketidakstabilan yang dirasakan oleh Semenanjung Korea dan wilayah sekitarnya. Eskalasi dalam pengembangan militer dan sikap yang semakin militan dari DPRK menunjukkan perlunya dialog diplomatik yang meningkat untuk mengurangi risiko konflik dan menjaga stabilitas regional.