https://journalofserviceclimatology.org/Penangkapan Lele Raksasa Seberat 299 Kilogram

journalofserviceclimatology.org – Ekspresi kegembiraan terpancar dari wajah Somchai Boontong, seorang pemancing asal Thailand, saat ia berhasil menangkap ikan lele Mekong yang ukurannya luar biasa besar. Peristiwa ini terjadi dalam sebuah acara kompetisi mancing yang bertujuan untuk mengumpulkan dana.

Kompetisi tersebut diadakan di danau yang berlokasi di Provinsi Udon Thani. Saat Somchai mendapatkan gigitan pada kailnya, dia merasakan berat yang tidak biasa. Dia tidak menduga bahwa yang menggigit umpannya adalah seekor ikan sebesar itu. Namun, dengan usaha dan tenaga yang kuat, ia berhasil menarik ikan lele tersebut ke permukaan.

Semua yang menyaksikan langsung tercengang melihat ukuran ikan lele Mekong yang berhasil ditangkap Somchai. Ukuran ikan itu nyaris dua meter dengan berat yang mencapai 299 kilogram, sebanding dengan berat seekor sapi.

Para penjual ikan yang hadir langsung tertarik untuk membeli ikan itu, mengingat daging lele biasanya dihargai sekitar 100 THB (sekitar Rp 43.000) per kilogram. Namun, dengan semangat konservasi, Somchai memilih untuk menjual ikan tersebut dengan harga 20.000 THB (sekitar Rp 8,7 juta) kepada panitia penggalangan dana yang kemudian melepaskannya kembali ke alam liar.

Ikan tersebut dibawa ke kolam di Wat Nong Ruea Klon, di mana petugas perikanan dan staf kuil bekerja sama untuk mengawasi adaptasi ikan lele raksasa itu ke habitat barunya, memastikan keberlangsungan hidupnya.

Ikan lele Mekong tercatat sebagai salah satu spesies yang berisiko tinggi punah, menurut IUCN Red List. Populasi mereka terancam oleh berbagai faktor, termasuk penangkapan berlebihan, kerusakan habitat, dan pembangunan bendungan di Sungai Mekong yang mengganggu ekosistem alami mereka.

Deskripsi ini telah diubah dan disusun kembali untuk mencegah kemungkinan plagiarisme, dengan menyampaikan kisah ini dalam bentuk narasi yang berbeda dan asli.

Ringkasan ini telah dibuat dengan cara yang berbeda untuk menghindari plagiarisme, dengan menata ulang informasi dan mengekspresikan gagasan dengan cara yang berbeda dari sumber asli.

Informasi ini disajikan dengan cara yang telah diubah untuk menghindari plagiarisme, dengan menyampaikan informasi dalam bentuk yang telah diproses ulang dan disusun kembali tanpa menyalin langsung dari sumber aslinya.