https://journalofserviceclimatology.org/
Bos Yakuza Jepang Diduga Jual Bahan Nuklir ke Iran

journalofserviceclimatology.org – Takeshi Ebisawa, yang disebut sebagai pemimpin sebuah organisasi kriminal Jepang, dikenal sebagai Yakuza, menghadapi kemungkinan hukuman penjara yang panjang di Amerika Serikat. Dia ditangkap atas tuduhan mencoba menjual bahan nuklir, termasuk uranium dan plutonium, yang dicurigai berasal dari Myanmar, dengan tujuan pengiriman yang diduga ke Iran.

Dokumen pengadilan di Manhattan mengungkapkan bahwa Ebisawa diduga merencanakan penggunaan hasil penjualan bahan nuklir tersebut untuk mendukung pembelian senjata bagi kelompok pemberontak di Myanmar. Transaksi yang dirancang termasuk pembelian persenjataan militer dan sistem rudal permukaan ke udara.

Dengan dakwaan ini, Ebisawa menghadapi hukuman minimal 20 tahun penjara atas dakwaan terkait dengan perdagangan bahan nuklir, serta hukuman tambahan atas upaya pembelian rudal. Kedua tindakan tersebut memiliki konsekuensi serius terkait dengan keamanan internasional dan perdagangan bahan terlarang.

Dalam sebuah pernyataan, Asisten Jaksa Agung dari Divisi Keamanan Nasional Matthew Olsen mendeskripsikan keseriusan tuduhan tersebut. Menurut Olsen, Ebisawa diduga berupaya menjual bahan nuklir dan narkotika, serta membeli persenjataan untuk kelompok bersenjata. Kesuksesan operasi seperti ini, menurut dia, akan memiliki konsekuensi yang mengkhawatirkan.

Ebisawa juga dituduh berperan sebagai kepala sindikat kejahatan transnasional yang terlibat dalam perdagangan narkoba dan senjata skala besar. Kementerian Kehakiman AS menegaskan komitmennya untuk menindak individu yang terlibat dalam perdagangan yang mengancam keamanan nasional AS dan stabilitas global.

Penangkapan Ebisawa terjadi pada tahun 2022, setelah pertemuan di Thailand dengan agen DEA yang menyamar sebagai penyelundup narkoba dan senjata dengan koneksi ke seorang pejabat Iran. Selama pertemuan itu, Ebisawa dan rekan-rekannya menunjukkan sample bahan nuklir yang kemudian diserahkan kepada pihak berwenang Thailand dan dianalisis oleh penyidik AS.

Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa plutonium yang ditemukan dalam sampel tersebut adalah dari jenis yang dapat digunakan dalam pembuatan senjata nuklir. Selain itu, salah satu rekan Ebisawa menyebutkan bahwa mereka memiliki akses ke jumlah signifikan dari Thorium-232 dan uranium, menambahkan dimensi lain pada skala operasi perdagangan ilegal yang dijalankan oleh organisasi ini.