https://journalofserviceclimatology.org/Jerman Serukan Jeda Kemanusian Mendesak di Jalur Gaza

journalofserviceclimatology.org – Kementerian Luar Negeri Jerman baru-baru ini menyatakan kebutuhan mendesak untuk menghentikan konflik di Jalur Gaza, Palestina. Annalena Baerbock, Menteri Luar Negeri Jerman, menekankan pentingnya menciptakan zona aman dan koridor bagi warga Palestina untuk menghindari menjadi korban lebih lanjut dari konflik antara Israel dan Hamas.

Baerbock mengutarakan dalam pernyataannya pada hari Rabu bahwa telah terjadi diskusi mendalam tentang situasi tersebut. Dia menyerukan pembukaan segera titik perbatasan agar bantuan kemanusiaan dan persediaan medis dapat mencapai Gaza dalam volume yang lebih besar. Dia menegaskan perlunya memastikan keamanan personel PBB yang bertugas mendistribusikan bantuan tersebut ke penduduk yang memerlukan.

Dia juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap rencana serangan Israel ke Rafah, sebuah area di selatan Gaza, yang berisiko menimbulkan bencana kemanusiaan di wilayah yang padat penduduk ini. Baerbock menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan dan akan berakibat fatal, khususnya bagi kehidupan warga sipil.

Menteri Luar Negeri Jerman tersebut mengakui kebutuhan mendesak untuk gencatan senjata dan menegaskan kembali dukungan Jerman terhadap keamanan Israel, yang selaras dengan posisi Jerman yang telah lama berlangsung. Dia menambahkan bahwa pendukung Israel harus mengoperasikan pertahanan dalam kerangka hukum internasional dan berperan serta dalam usaha penyelesaian konflik yang berkelanjutan.

Baerbock menjelaskan bahwa Jerman mempertahankan pendekatan yang dipertimbangkan terhadap Israel, memperhatikan sejarah Holocaust, di mana Nazi Jerman melakukan pembantaian terhadap jutaan orang Yahudi. Kecemasan atas agresi Israel di Gaza, yang telah mengakibatkan sejumlah besar korban, termasuk anak-anak dan perempuan, menuntut reaksi internasional, terutama terhadap kemungkinan serangan di Rafah yang dapat menyebabkan lebih banyak korban sipil dan memperburuk krisis kemanusiaan.

Dalam pembicaraannya di Israel, Baerbock juga menyinggung empat faktor kunci: keamanan yang terjamin, pemerintahan yang efektif, pembangunan kembali Gaza, dan pembentukan negara Palestina yang damai dan aman berdampingan dengan Israel, sejalan dengan solusi dua negara. Baerbock menuntut agar Israel mendapat jaminan bahwa tidak akan ada ancaman teroris dari Gaza dan bahwa Palestina mendapat jaminan bahwa mereka tidak akan dipaksa keluar atau kehilangan lebih banyak wilayah di Gaza, termasuk di zona penyangga.