journalofserviceclimatology.org

journalofserviceclimatology.org – Ditemukannya kuburan massal di dua rumah sakit besar di Gaza, yang sebelumnya menjadi target serangan Israel, telah memicu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyerukan penyelidikan yang komprehensif. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menuntut penyelidikan yang “jelas, transparan dan kredibel,” dengan akses penuh bagi penyelidik independen ke lokasi-lokasi tersebut.

Kebebasan Pers sebagai Pilar Penyelidikan

Dalam rangka mendukung penyelidikan tersebut, Dujarric menegaskan pentingnya memastikan bahwa jurnalis dapat bekerja dengan aman di Gaza, sehingga fakta-fakta di lapangan dapat dilaporkan dengan tepat.

Kecaman PBB Terhadap Rusaknya Fasilitas Kesehatan

Volker Türk, kepala hak asasi manusia PBB, telah menyatakan rasa terkejutnya terhadap kondisi Pusat Medis Shifa dan Rumah Sakit Nasser pasca-serangan. Ia menyerukan penyelidikan yang independen dan menyeluruh atas insiden tersebut, sambil menekankan perlunya keterlibatan penyelidik internasional karena adanya “iklim impunitas.”

Laporan Pertahanan Sipil Palestina

Menurut Pertahanan Sipil Palestina, sebanyak 283 jenazah telah ditemukan di kuburan sementara yang dibuat di halaman rumah sakit utama Khan Younis selama kepungan oleh pasukan Israel. Kuburan ini dibuat karena masyarakat tidak dapat menggunakan pemakaman reguler pada saat itu.

Dampak pada Sektor Kesehatan dan Klaim Militer Israel

Penyerangan ini telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur kesehatan di Gaza, yang sudah berjuang keras mengatasi jumlah korban yang meningkat. Militer Israel memberikan alasan bahwa penggalian kuburan dilakukan dalam rangka mencari sisa-sisa sandera yang ditangkap oleh Hamas. Mereka juga mengklaim telah memperlakukan jenazah yang ditemukan dengan hormat dan telah mengembalikan jenazah yang bukan sandera.

Krisis Kemanusiaan Setelah Konflik

Serangan Israel yang bertujuan untuk menumpas Hamas telah berakibat fatal, menewaskan lebih dari 34.000 warga Palestina, dengan mayoritas korban adalah anak-anak dan perempuan. Dua kota terbesar di Gaza rusak berat, menciptakan krisis kemanusiaan yang mendalam dan mengakibatkan sekitar 80% dari penduduknya mengungsi.

Temuan kuburan massal di Gaza telah menarik perhatian global dan mendesak tindakan penyelidikan yang serius dari komunitas internasional. PBB kini menyerukan tindakan segera untuk menyelidiki pelanggaran hukum humaniter internasional dan menuntut pertanggungjawaban atas tindakan tersebut.