https://journalofserviceclimatology.org/PBB Kecewa Berat Israel Blokir Akses Bantuan ke Gaza

journalofserviceclimatology.org – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan Israel yang dianggap menghambat distribusi bantuan kemanusiaan ke masyarakat di Gaza. Menurut PBB, tindakan pemblokiran ini tampaknya dilakukan secara terencana dan berulang. Juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Jens Laerke, melaporkan kesulitan yang dihadapi dalam proses evakuasi medis di Gaza, khususnya di wilayah utara dan semakin parah di wilayah selatan.

Laerke menjelaskan bahwa upaya untuk mengirim konvoi bantuan ke Gaza utara berulang kali ditolak oleh Israel dalam beberapa minggu terakhir, dengan konvoi bantuan terakhir yang berhasil masuk terjadi pada tanggal 23 Januari 2024. Laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendukung pernyataan ini.

Lebih jauh, PBB mengungkapkan bahwa ada insiden di mana petugas medis yang berusaha melakukan evakuasi terhambat dan bahkan ditahan oleh pasukan Israel. Sebuah insiden khusus disebutkan terjadi ketika tim evakuasi berusaha membawa pasien dari Rumah Sakit Al Amal di Khan Yunis pada 25 Februari.

Meski kerja sama dengan WHO dan Bulan Sabit Merah Palestina telah terjalin, konvoi yang bertugas evakuasi tersebut mengalami penundaan selama tujuh jam dan petugas medis ditahan oleh pasukan Israel.

Laerke menambahkan bahwa pasukan Israel menghalangi konvoi yang dikendalikan oleh WHO bahkan setelah ada koordinasi sebelumnya, dan memaksa pasien serta staf medis keluar dari ambulans serta menanggalkan pakaian para petugas medis.

Dia juga mencatat bahwa tiga petugas dari Bulan Sabit Merah Palestina ditahan, meskipun identitas mereka telah diberikan kepada pasukan Israel sebelumnya.

PBB menyatakan bahwa kegiatan bantuan kemanusiaan terus mendapatkan hambatan dan petugas kemanusiaan menghadapi risiko yang tidak dapat dibenarkan serta seharusnya dapat dihindari, menurut Laerke.

Informasi ini disajikan dengan cara yang telah diubah untuk menghindari plagiarisme, dengan menyampaikan informasi dalam bentuk yang telah diproses ulang dan disusun kembali tanpa menyalin langsung dari sumber aslinya.