https://journalofserviceclimatology.org/PBB Tidak Mau Terlibat Evakuasi Warga Palestina dari Rafah Gaza

journalofserviceclimatology.org – Stephane Dujarric, yang berbicara atas nama Sekretaris Jenderal PBB, telah membuat pernyataan tegas bahwa PBB tidak akan terlibat dalam pemindahan paksa penduduk Palestina yang saat ini berada di Rafah. Dalam sebuah briefing, Dujarric menegaskan bahwa situasi di Gaza saat ini tidak memungkinkan adanya area yang aman bagi warga Palestina untuk berpindah. Dalam menjawab pertanyaan mengenai keterlibatan PBB dalam proses evakuasi, Dujarric menyoroti pentingnya mematuhi hukum internasional dan perlunya perlindungan total terhadap warga sipil.

Pada Senin, 12 Februari 2024, Dujarric menyatakan dengan jelas bahwa PBB tidak akan mendukung atau terlibat dalam pemindahan paksa penduduk. Ia menambahkan bahwa kondisi di Gaza, khususnya di wilayah utara dan tengah, begitu berbahaya karena banyaknya munisi yang belum meledak dan infrastruktur yang rusak parah akibat serangan-serangan yang dilancarkan oleh Israel.

Dujarric juga menyuarakan keprihatinan mengenai akses yang sangat terbatas untuk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, menyatakan bahwa cadangan bantuan yang ada saat ini hanya akan mencukupi untuk beberapa hari. Pada minggu sebelumnya, Dujarric telah menekankan pentingnya melindungi ratusan ribu warga Palestina yang telah mengungsi di Rafah, menjelaskan bahwa PBB menentang segala bentuk pemindahan paksa yang melanggar hukum internasional.

Komentar tersebut muncul setelah Elon Levy, juru bicara pemerintah Israel, meminta kerjasama dengan badan PBB terkait rencana militer untuk melakukan evakuasi penduduk sipil dari Rafah di selatan Jalur Gaza.

Menurut laporan dari media Israel Yedioth Ahronoth pada hari Jumat, Angkatan Bersenjata Israel telah memberikan lampu hijau untuk suatu aksi militer di Rafah, di bagian selatan Jalur Gaza. Laporan tersebut menunjukkan bahwa rencana untuk operasi di Rafah telah dimulai beberapa minggu sebelumnya, dengan perencanaan yang termasuk tindakan untuk evakuasi penduduk Palestina yang terdampak.

Meskipun ada putusan interim dari Mahkamah Internasional (ICJ), operasi militer Israel terus berlangsung di Rafah, dengan laporan serangan udara terbaru yang mengakibatkan kematian lebih dari 65 warga Palestina. Rafah sebelumnya telah diumumkan sebagai daerah yang relatif aman oleh Israel, tetapi serangan terus terjadi meskipun ada status tersebut. Sejak awal Oktober, lebih dari satu juta penduduk Palestina telah mencari perlindungan di Rafah setelah diusir dari rumah mereka di wilayah utara Jalur Gaza.

PBB mencatat bahwa serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel telah menyebabkan sebagian besar penduduk Gaza menjadi pengungsi dan menghadapi kekurangan dasar seperti pangan, air bersih, dan obat-obatan. Selain itu, diperkirakan 60% dari infrastruktur di daerah tersebut mengalami kerusakan berat atau hancur karena konflik berkepanjangan ini.