Skip to content →

Perang Dunia ke 3 Terbuka Lebar, Begini Kemungkinan-Kemungkinannya

journalofserviceclimatology.org – Menurut penilaian dari para ahli, termasuk analis militer Justin Crump, keadaan konflik global saat ini memunculkan kemungkinan yang semakin nyata akan berkembangnya skenario menuju konflik berskala besar, yang oleh beberapa pihak dikhawatirkan bisa berujung pada Perang Dunia ke-3. Crump, yang merupakan CEO dari sebuah firma analisis risiko global, Sibylline, menyoroti bahwa tanpa perubahan yang signifikan dan mendalam pada tingkat dunia, ancaman dan ketegangan internasional akan terus bertambah.

Pandangan ini didukung oleh konflik yang terjadi di beberapa wilayah di dunia, termasuk situasi di Ukraina, ketegangan di Timur Tengah, serta konflik di berbagai tempat di benua Afrika dan Asia.

Justin Crump, seorang ahli strategi militer, telah menyuarakan kekhawatiran mendalam tentang potensi gejolak global yang semakin meningkat. Dalam wawancara dengan Mail Online yang juga dilaporkan oleh Express pada hari Selasa, 23 Januari 2024, ia berkomentar, “Saya percaya ini adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Menurut saya, risikonya semakin meningkat.”

Dia menambahkan, “Jika ini tidak terjadi tahun depan, kemungkinan akan terjadi pada akhir dekade ini. Kita akan menghadapi situasi yang serupa. Dan kecuali ada perubahan yang sangat drastis yang terjadi di planet ini, risiko akan terus meningkat.”

Situasi saat ini menunjukkan peningkatan dalam jumlah konflik berdarah di berbagai belahan dunia. Penelitian dari Peace Research Institute Oslo mencatat adanya peningkatan dalam jumlah kematian yang disebabkan oleh pertempuran dan konflik antarnegara pada tahun 2022.

Keadaan ini diperburuk dengan berlanjutnya konflik antara Rusia dan Ukraina serta meningkatnya tensi terkait potensi agresi China terhadap Taiwan, yang bisa memicu klaim kedaulatan atas pulau tersebut.

Tingkat retorika yang semakin menegangkan antara dua belah pihak telah menambah kekhawatiran mengenai situasi di Timur Tengah. Ada kecemasan yang meningkat tentang kemungkinan konflik antara Israel dan Hamas di Gaza, Palestina yang dapat berkembang dan menyebar ke wilayah-wilayah lain di dunia Arab.

Konflik antara Israel dan Hamas tidak hanya terisolasi tapi juga telah mempengaruhi kelompok-kelompok milisi seperti Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon, yang bersekutu dengan Hamas. Sebagai contoh, Houthi telah mulai mengambil tindakan agresif seperti pembajakan kapal di Laut Merah sebagai bentuk tekanan terhadap komunitas internasional dan Israel untuk menghentikan serangan di Gaza.

Sementara itu, Inggris dan Amerika Serikat telah menanggapi dengan melancarkan serangan rudal terhadap Yaman, namun langkah ini tampaknya belum cukup untuk mengekang aktivitas Houthi yang terus menyebabkan ancaman terhadap keamanan pelayaran internasional.

Di utara perbatasan Israel, Hizbullah juga telah melakukan serangan terhadap negara tersebut, dengan tujuan mendukung Hamas. Tindakan ini menambah kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi konflik menjadi perang yang lebih luas antara kelompok-kelompok tersebut dan Israel.

Published in Berita Internasional

Comments are closed.