https://journalofserviceclimatology.org/
Pilot Militer Rusia Ditembak Mati di Spanyop Sebab Membelot ke Ukraina

journalofserviceclimatology.org – Meninggalnya Maksim Kuzminov, seorang pilot militer asal Rusia yang terkenal karena membelot ke Ukraina dengan menggunakan helikopter Mi-8 pada tahun sebelumnya, telah menjadi berita utama setelah agen berita Spanyol, EFE, melaporkan berdasarkan sumber terdekat dengan penyelidikan, bahwa ia ditemukan tak bernyawa di Spanyol.

Dikabarkan oleh EFE bahwa pada tanggal 13 Februari, pilot tersebut tewas tertembak di Villajoyosa, sebuah kawasan pesisir di sisi timur Spanyol.

Kisah Kuzminov mencuat pada Agustus sebelumnya, ketika ia membelot dengan helikopter kargo militer Rusia ke wilayah Ukraina, sebuah aksi yang berujung pada kematian dua anggota awak helikopter, yang menurut laporan intelijen Ukraina, “dinegasikan” selama proses pembelotan tersebut. Pembelotan ini ditandai sebagai sebuah pencapaian penting oleh Ukraina. Andrey Yusov, juru bicara intelijen militer Ukraina, menyatakan pada hari yang sama bahwa Kuzminov telah dibunuh. Yusov memberikan konfirmasi setelah pemberitaan dari berbagai media yang menyatakan pilot tersebut meninggal di kota pesisir Spanyol tersebut.

Berita tentang kematian Kuzminov pertama kali muncul dari beberapa sumber berita independen. Sebuah situs berita Italia, Il-Correspondente, membahas insiden tersebut secara rinci, dan Eureka News, yang berkomunikasi dalam bahasa Spanyol dan aktif di media sosial dengan fokus pada konflik Rusia-Ukraina, juga melaporkan berita serupa sebelum akhirnya menghapus postingannya.

Dalam laporan yang dihapus tersebut, Kuzminov digambarkan sebagai korban dari sebuah pembunuhan yang brutal di Villajoyosa, di mana ia ditembak berulang kali dan ditabrak oleh mobil yang kemudian ditemukan terbakar di lokasi kejadian. Media lokal sebelumnya menyebutkan bahwa metode serangan itu mirip dengan gaya serangan kelompok kejahatan terorganisir. Sementara itu, media Spanyol mendeskripsikan korban sebagai seorang pria berkebangsaan Ukraina berumur 33 tahun yang sedang mencari suaka, sementara usia Kuzminov diketahui adalah 28 tahun dan belum dikonfirmasi apakah ia telah mendapatkan kewarganegaraan Ukraina.

Media Rusia telah menyebarkan berita tidak terkonfirmasi tentang kematian Kuzminov dengan luas, dan beberapa telah mencoba mengonfirmasi dengan penegak hukum Spanyol. Misalnya, RIA Novosti telah mencoba memperoleh konfirmasi dari Guardia Civil Spanyol, tetapi institusi penegak hukum tersebut belum dapat mengonfirmasi kematian yang disebutkan.