Ganjar Ajak Partai Pengusung Anies Pakai Hak Angket DPR Usut Kecurangan Pemilu

journalofserviceclimatology.org – Kandidat presiden dengan nomor urut tiga, Ganjar Pranowo, menyerukan kepada partai-partai yang mendukung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) untuk mempertimbangkan penerapan hak angket atau interpelasi di DPR. Tujuannya adalah untuk menyelidiki kemungkinan kecurangan dalam Pemilihan Presiden 2024. Ganjar menyampaikan bahwa dirinya telah mengajukan gagasan ini kepada partai-partai pendukungnya, seperti PDIP dan PPP. Namun, untuk melancarkan usulan tersebut, dibutuhkan dukungan luas dari partai lain untuk memenuhi syarat mayoritas anggota dewan.

Dikatakan oleh Ganjar, sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud pada hari Senin, bahwa pentingnya membuka dialog dengan partai-partai yang mendukung pasangan Anies-Muhaimin. Sebagai mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar berpendapat bahwa segala dugaan pelanggaran dalam pemilu harus ditangani dengan serius dan DPR harus meminta penjelasan dari KPU, yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemilu.

Ganjar menyatakan, jika DPR tidak menggunakan hak angket, maka ia mendorong penggunaan hak interpelasi untuk mempertanyakan kecurangan yang diduga terjadi selama pemilu. Ganjar telah menginformasikan proposal ini kepada PDIP dan PPP dalam pertemuan internal yang berlangsung pada tanggal 15 Februari.

Lebih lanjut, Ganjar juga berbagi bahwa ia menerima ribuan pesan dari relawan dan masyarakat yang berisi bukti-bukti seperti foto, dokumen, dan video yang menunjukkan berbagai dugaan kecurangan selama proses pemilu. Menurutnya, tidak dapat mengabaikan bukti-bukti tersebut, terlepas dari kepentingan politik atau dukungan pada kandidat tertentu. Oleh karena itu, ia mendorong anggota dewan untuk memanggil penyelenggara pemilu guna meminta pertanggungjawaban.

Dalam konteks yang sama, Sudirman Said, yang merupakan bagian dari tim AMIN, menyatakan harapannya agar terjadi pertemuan antara pemimpin partai koalisi pendukung Anies dan Ganjar. Dia mengutarakan bahwa komunikasi antara Timnas AMIN dengan Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud sedang berlangsung untuk menjaga nilai-nilai demokrasi. Menurut Sudirman, penting untuk bertukar pikiran dan strategi guna mencapai tujuan bersama ini.

Sudirman menegaskan bahwa kedua tim memiliki komitmen untuk mempertahankan demokrasi di Indonesia, yang dianggap sebagai dasar yang kuat untuk kerjasama. Sebelumnya, Timnas AMIN telah menyatakan keterbukaan mereka untuk berkolaborasi dengan Tim Ganjar-Mahfud dalam menyelidiki dugaan kecurangan dalam pemilu.

Ari Yusuf Amir, kepala tim hukum Timnas AMIN, telah menyatakan bahwa timnya siap untuk bekerja sama dalam upaya memperjuangkan keadilan hukum dan demokrasi, dan telah terjadi komunikasi serta pertemuan dengan tim hukum TPN Ganjar-Mahfud. Meskipun isi diskusi tersebut tidak diungkapkan secara terperinci, dijanjikan bahwa akan ada tindak lanjut dari pertemuan tersebut.

 

Rumah Ketua KPPS Pamekasan Diteror Ledakan, Hingga Polisi Turun Tangan

journalofserviceclimatology.org – Tim khusus dari Brimob Polisi Daerah Jawa Timur yang berfokus pada penanganan bahan peledak, Jihandak, tengah melakukan investigasi mengenai sebuah insiden ledakan yang terjadi di kediaman warga Desa Nyalabu Daja, Kabupaten Pamekasan. Kejadian ini berlangsung pada Senin, tanggal 19 Februari, sekitar pukul 03.45 WIB. Berdasarkan informasi dari Sri Suguhiarto, yang menjabat sebagai Kasi Humas di Kepolisian Resor Pamekasan, ledakan tersebut terjadi di rumah Husairi, yang menjabat sebagai Ketua KPPS di TPS 06 Dusun Timur, Desa Nyalabu Daya, wilayah Kecamatan Pamekasan.

“Seseorang yang belum diidentifikasi melemparkan bahan peledak tersebut ke arah rumah ketika melewati area tersebut,” kata Sri dalam sebuah konferensi pers yang dilaporkan oleh Antara pada Senin malam.

Dampak dari ledakan ini cukup signifikan. Struktur dinding pada rumah Husairi mengalami kerusakan, pintu serta jendela depan dan samping rumah menjadi hancur. Tidak hanya itu, sebuah lemari kayu yang terletak di bagian ruang tengah juga rusak berat.

Selain terjadi kerusakan pada bangunan, tempat tidur yang dimiliki oleh Husairi serta plafon di bagian depan rumah juga mengalami kerusakan. “Pada waktu kejadian tersebut, Husairi tidak berada di dalam rumah yang menjadi sasaran pelemparan bahan peledak. Ia berada di rumah lain yang bersebelahan dengan lokasi tersebut,” ujar Sri.

Untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian telah membatasi akses ke lokasi kejadian dengan memasang garis polisi dan melarang warga untuk mendekat.

Kasus ledakan ini menambah daftar insiden teror yang berkaitan dengan momen pemilihan umum di wilayah Pulau Madura, dengan kejadian serupa sebelumnya berlangsung di Kabupaten Sampang dan Sumenep.

Di Sampang, seorang relawan yang mendukung pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, mengalami insiden penembakan oleh orang yang tidak dikenal. Sementara itu, di Kabupaten Sumenep, kediaman tim relawan Prabowo-Gibran juga sempat menjadi target serangan bom.

Israel Ubah RS Nasser di Gaza Jadi Barak Militer

journalofserviceclimatology.org – Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, pasukan Israel telah mengubah Rumah Sakit Nasser yang berlokasi di Khan Younis menjadi sebuah posisi militer. Rumah sakit ini, yang sebelumnya telah menjadi sasaran serangan oleh pasukan Israel, saat ini tidak lagi beroperasi. “Sejumlah 70 tenaga kesehatan telah ditahan di dalam gedung rumah sakit oleh pasukan Israel,” ujar Ashraf al-Qudra, perwakilan kementerian tersebut, pada hari Minggu tanggal 18 Februari.

Berdasarkan sumber berita Anadolu, kompleks medis tersebut saat ini tidak mampu lagi memberikan layanan perawatan klinis untuk kondisi-kondisi yang memerlukan perhatian medis intensif. Fasilitas medis Nasser, yang merupakan salah satu pusat layanan kesehatan utama di bagian selatan Jalur Gaza, kini telah menjadi inti dari masalah kesehatan di wilayah tersebut.

Pada hari Kamis, tanggal 15 Februari, pasukan Israel melakukan penggerebekan di rumah sakit dan melakukan penangkapan serta penahanan terhadap beberapa orang serta staf medis yang ada di sana. Pernyataan militer Israel menyebutkan bahwa mereka sedang dalam operasi mengejar militan di lokasi tersebut dan telah berhasil menangkap sekitar 100 orang di dalamnya. Selain itu, mereka juga mengklaim telah membunuh militan bersenjata di sekitar rumah sakit dan menemukan senjata di dalamnya.

Sejak serangan yang dilakukan oleh Hamas pada tanggal 7 Oktober, Israel telah melancarkan serangan balik yang intens terhadap Jalur Gaza. Serangan-serangan tersebut telah menyebabkan kematian sekitar 29.000 orang dan mengakibatkan kerusakan besar-besaran serta kekurangan suplai penting. Di sisi lain, diperkirakan kurang dari 1.200 warga Israel yang telah kehilangan nyawa akibat serangan dari Hamas.

Konflik yang terjadi di Gaza telah mengakibatkan 85% penduduk setempat terpaksa mengungsi ke dalam wilayah mereka sendiri, menghadapi kekurangan yang parah dalam hal makanan, air bersih, dan obat-obatan. PBB melaporkan bahwa 60% infrastruktur di wilayah enklave tersebut telah mengalami kerusakan atau hancur.

Israel telah dituduh melakukan tindak genosida oleh Mahkamah Internasional. Pada keputusan sementara yang dikeluarkan bulan Januari lalu, pengadilan memerintahkan pemerintah Israel untuk menghentikan segala tindakan yang dapat diklasifikasikan sebagai genosida dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat diakses oleh masyarakat sipil di Gaza.

 

RS Nasser Sudah Tidak Berfungsi Setelah Diserang Israel

journalofserviceclimatology.org – Rumah Sakit Nasser, yang berlokasi di Jalur Gaza, Palestina, saat ini tidak dapat beroperasi setelah mengalami serangan oleh pasukan Israel baru-baru ini. Menurut Ashraf al-Qidra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, dalam laporan kepada Reuters pada tanggal 18 Februari, hanya empat staf medis yang tersisa dan masih memberikan perawatan kepada pasien di fasilitas kesehatan tersebut, yang terletak di kota Khan Younis.

Al-Qidra menekankan pentingnya Rumah Sakit Nasser sebagai pusat layanan kesehatan utama di wilayah selatan Jalur Gaza dan menyatakan bahwa tidak berfungsinya rumah sakit ini adalah sebuah pukulan berat bagi warga di Khan Younis dan Rafah, yang banyak di antaranya adalah pengungsi Palestina.

Dia menjelaskan bahwa kekurangan bahan bakar dan konflik yang terjadi di sekitar rumah sakit telah membuatnya tidak mungkin untuk dioperasikan.

Dalam insiden yang terjadi pada tanggal 15 Februari, pasukan Israel melakukan penggerebekan di rumah sakit tersebut, menangkap individu dan menahan beberapa staf medis. Laporan dari Reuters mengutip pernyataan militer Israel yang menyatakan bahwa mereka sedang dalam operasi untuk mengejar militan di rumah sakit Nasser, dengan klaim telah menahan 100 orang di lokasi dan mengeliminasi individu bersenjata di sekitarnya serta menemukan senjata di dalam rumah sakit.

Hamas menyangkal klaim bahwa pejuang mereka menggunakan rumah sakit sebagai tempat perlindungan. Ada pula laporan bahwa setidaknya dua warga Israel yang sempat disandera telah dibebaskan dan mengatakan mereka ditahan di Rumah Sakit Nasser.

Pada awal pekan, sekitar 10.000 orang berlindung di rumah sakit ini, namun banyak yang telah meninggalkan tempat tersebut baik karena mengantisipasi serangan lebih lanjut dari Israel atau karena perintah evakuasi dari rumah sakit, menurut informasi dari Kementerian Kesehatan Gaza.

Konflik Antara Rusia dan Ukraina Telah Memasuki Tahun Ketiga

journalofserviceclimatology.org – Konflik antara Rusia dan Ukraina yang telah memasuki tahun ketiganya terus berlanjut tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas. Meski terdapat tantangan yang dihadapi oleh Ukraina, termasuk penurunan jumlah amunisi dan kesulitan dalam perekrutan pasukan baru, terdapat pandangan bahwa situasi yang berkepanjangan ini dapat memberikan keuntungan bagi mereka.

Para pakar dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) berpendapat bahwa konflik ini bisa berubah menjadi situasi yang mirip dengan pengalaman Amerika Serikat di Vietnam, yang secara historis dianggap sebagai kegagalan militer bagi AS, bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Sejarah telah menunjukkan bahwa banyak negara yang lebih kecil berhasil meraih kemenangan atas negara yang lebih besar dalam konflik militer, dengan Vietnam sebagai salah satu contoh. Perang ini, menurut saya, dapat dilihat dalam perspektif yang sama,” ujar Max Bergmann, yang mengepalai Program Eropa, Rusia, dan Eurasia di CSIS.

Selama Perang Vietnam, AS mengalami banyak kehilangan, dengan lebih dari 58.000 tentara yang gugur dalam konflik yang berkepanjangan, yang berlangsung dari tahun 1950-an hingga jatuhnya Saigon pada tahun 1975.

Menurut Eliot A. Cohen, seorang kepala di CSIS, Ukraina tidak akan mudah menyerah karena perang ini merupakan pertarungan untuk eksistensi mereka, berbeda dengan Rusia yang tidak menghadapi situasi serupa.

Dengan dukungan militer dari negara-negara Barat, analis percaya bahwa Ukraina dapat meniru hasil yang sama, berpotensi melemahkan tekad Rusia. “Saya ingin mengingatkan pada beberapa contoh di mana negara-negara lebih kecil mampu menaklukkan yang lebih besar: Soviet di Afghanistan, Prancis dan AS di Vietnam, AS dan NATO di Afghanistan, dan Prancis di Aljazair,” ujar Seth Jones, wakil presiden senior di CSIS.

Namun, apakah Ukraina dapat memanfaatkan situasi ini tergantung pada dukungan terus-menerus dari Barat. Saat ini, Kongres AS sedang mempertimbangkan paket bantuan yang bernilai 60 miliar dolar AS untuk Ukraina, yang sangat penting bagi kelangsungan perjuangan mereka.

“Jika pendanaan itu diberikan, kemampuan Ukraina untuk menahan serangan Rusia pada tahun 2024 akan terjamin,” ucap Bergmann. “Saya cukup optimis tentang prospek Ukraina pada tahun 2025.”

AS Ancam Veto Atas Usulan Resolusi Baru Untuk Gencatan Senjata Gaza di DK PBB

journalofserviceclimatology.org – Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, menyatakan bahwa AS dapat menggunakan hak veto mereka terhadap resolusi gencatan senjata baru yang diusulkan oleh Aljazair untuk Gaza. Thomas-Greenfield memberikan peringatan bahwa jika resolusi yang mengajukan gencatan senjata kemanusiaan untuk Gaza dibawa ke pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB, AS tidak akan mendukungnya.

Menurut laporan CNN pada hari Minggu, 18 Februari 2024, Thomas-Greenfield menjelaskan bahwa AS tengah bekerja keras untuk mencapai kesepakatan antara Israel dan Hamas. Kesepakatan ini bertujuan untuk membebaskan para sandera dan menghentikan pertempuran untuk periode waktu yang ditentukan.

“Presiden Biden telah menghabiskan minggu lalu dengan berkomunikasi lewat telepon dengan Perdana Menteri Netanyahu dan pemimpin-pemimpin negara Mesir serta Qatar demi terwujudnya kesepakatan ini. Meski terdapat beberapa kesenjangan, elemen-elemen penting dari diskusi tersebut telah mulai terbentuk,” ucap Thomas-Greenfield.

Dia menekankan bahwa kesepakatan yang sedang dikerjakan merupakan kesempatan terbaik untuk menyatukan kembali sandera dengan keluarganya dan memberikan jeda bagi pertempuran, sehingga membuka akses bagi bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan oleh warga sipil Palestina.

Duta Besar menambahkan bahwa resolusi yang Aljazair ajukan tidak memenuhi tujuan-tujuan ini dan bahwa AS tidak akan mendukungnya. “Resolusi yang ada di Dewan Keamanan saat ini tidak akan mencapai tujuan-tujuan tersebut, dan bisa jadi malah bertentangan dengan tujuan-tujuan tersebut… Karena itu, AS tidak akan mendukung langkah-langkah yang dikaitkan dengan rancangan resolusi ini. Jika rancangan ini dilakukan pemungutan suara, maka akan dihadapi dengan tidak diadopsinya rancangan tersebut,” ungkap Thomas-Greenfield.

Baru-baru ini, negara-negara Arab di PBB menegaskan kembali dukungan mereka terhadap rancangan resolusi yang diajukan Aljazair, yang mendesak gencatan senjata segera di Gaza serta distribusi bantuan kemanusiaan tanpa penghalang, di tengah-tengah ancaman invasi darat Israel ke Rafah.

Dalam konferensi pers bersama dengan rekan-rekannya, Dubes Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, mendesak agar PBB melakukan tindakan dan menyatakan keyakinan bahwa ada dukungan kuat untuk rancangan resolusi itu.

Thomas-Greenfield pada hari Sabtu meminta Dewan Keamanan PBB untuk memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil dalam waktu dekat akan memperkuat tekanan pada Hamas untuk menyetujui proposal yang sedang dibahas. Dia menegaskan bahwa AS akan tetap aktif dalam diplomasi dan akan terus menyampaikan pandangan mereka kepada para pemimpin Israel dan regional, dengan harapan melindungi warga sipil di Rafah yang jumlahnya lebih dari satu juta orang.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pihak-pihak lain untuk mendukung proses yang sedang berjalan dan menghindari langkah-langkah yang dapat mengancam proses tersebut serta peluang untuk mencapai resolusi yang berkelanjutan terhadap konflik tersebut.

Presiden Brasil Sebut Israel Lakukan Genosida di Gaza, Dan Menyamakan Perbuatan Adolf Hitler

journalofserviceclimatology.org – Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, telah menyampaikan pernyataan kontroversial dengan menuduh Israel melakukan tindakan genosida terhadap penduduk Palestina di Jalur Gaza. Lula menarik paralel antara tindakan Israel dan kekejaman yang dilakukan oleh Adolf Hitler terhadap orang-orang Yahudi.

“Dengan apa yang kita saksikan di Jalur Gaza, kita tidak bisa menyebutnya sebagai pertempuran, melainkan sebuah pembantaian yang terstruktur,” ungkap Lula dalam acara yang diadakan oleh Uni Afrika di Addis Ababa, Ethiopia, seperti dikutip oleh AFP pada hari Minggu, 18 Februari 2024.

Lula menambahkan bahwa tragedi yang dihadapi oleh masyarakat Palestina adalah sebuah fenomena yang jarang terlihat dalam sejarah, dengan mengacu pada peristiwa militer Israel di Gaza yang menurutnya mirip dengan tindakan genosida oleh Hitler terhadap Yahudi.

“Peristiwa yang menimpa komunitas Palestina di Jalur Gaza merupakan hal yang belum pernah terjadi dalam sejarah. Ini mirip dengan tindakan yang diambil oleh Hitler ketika dia memutuskan untuk mengeliminasi komunitas Yahudi,” papar Lula.

Dia juga mengkritisi beberapa negara barat atas tindakan mereka yang menghentikan pendanaan kepada lembaga PBB, UNRWA, yang bertugas membantu pengungsi Palestina. Pemotongan bantuan ini terjadi setelah Israel menuduh karyawan UNRWA terlibat dalam serangan yang dikoordinasikan oleh Hamas ke wilayah Israel pada bulan Oktober tahun sebelumnya.

Selama kunjungan ke forum Uni Afrika, Lula sempat berdialog dengan Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh. Lula menegaskan kembali dukungan Brasil terhadap pengungsi Palestina.

“Saat saya mendengar bahwa negara-negara maju menyatakan penghentian dukungan finansial mereka terhadap program bantuan kemanusiaan untuk Palestina, saya hanya bisa mempertanyakan tingkat kesadaran politik dan derajat solidaritas yang mereka miliki,” tutur Lula.

Dia menekankan pentingnya tanggung jawab bersama, dengan berkata, “Kita tidak boleh bersikap sempit dalam situasi di mana kita harus menunjukkan kebesaran kita.”

Lula menyerukan solusi yang berbasis pada pendirian dua negara untuk menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina di Gaza, dengan menegaskan bahwa Palestina harus diakui sebagai negara yang berdaulat secara penuh.

PM Thailand Tuduh Singapura Penyebab Taylor Swift Tidak Ke Negara ASEAN Lain

journalofserviceclimatology.org – Perdana Menteri Thailand, Srettha Thavisin, telah melontarkan tuduhan terhadap Singapura dengan mengklaim bahwa negara tersebut memberikan insentif finansial kepada Taylor Swift agar hanya mengadakan konser eksklusif di Singapura, dan tidak memasukkan negara-negara Asia Tenggara lainnya dalam rangkaian tur nya. Menurut laporan The Independent Singapore dan Bangkok Post pada hari Minggu, tanggal 18 Februari 2024, Taylor Swift dijadwalkan untuk menggelar konser dari tanggal 2 hingga 9 Maret 2024 di Singapura. Bintang pop ini telah merencanakan enam pertunjukan di Stadion Nasional Singapura, yang merupakan satu-satunya pemberhentian di Asia Tenggara untuk Eras Tour nya.

Selama iBusiness Forum 2024 yang diadakan di Bangkok, Srettha Thavisin menyampaikan bahwa Swift dan timnya diberi tawaran antara 2 sampai 3 juta USD (sekitar 31 sampai 46 miliar IDR) untuk setiap pertunjukannya, dengan maksud untuk membatasi penampilannya hanya di Singapura. Dia mengaku mendapatkan informasi mengenai dugaan kesepakatan tersebut dari promotor AEG. Hingga saat ini, pemerintah Singapura, AEG, dan tim Taylor Swift belum memberikan pernyataan terkait klaim ini.

Srettha memuji strategi pemerintah Singapura, menyoroti dampak ekonomi yang signifikan dari konser Taylor Swift. Dia berpendapat bahwa mengadakan acara di Thailand akan lebih murah dan yakin akan mampu menarik lebih banyak sponsor dan wisatawan ke Thailand. Dia memperkirakan bahwa bahkan dengan subsidi sekitar 500 juta baht (sekitar 219 miliar IDR), manfaat ekonominya akan sangat besar.

Dampak ekonomi dari Eras Tour digambarkan sebagai ‘mengejutkan’. Kota dan negara tuan rumah menikmati peningkatan pendapatan yang signifikan dari tur. Hanya di Amerika Utara saja, tur ini diperkirakan akan menghasilkan pendapatan sekitar 2,2 miliar USD (sekitar 34 triliun IDR). Valuasi ekonomi dari tur tersebut juga telah ditingkatkan menjadi lebih dari 5 miliar USD, melebihi Produk Domestik Bruto dari 50 negara.

Di Amerika Serikat, dilaporkan bahwa penggemar Taylor Swift rata-rata menghabiskan sekitar 1.300 USD (sekitar 20 juta IDR) per orang untuk tiket, perjalanan, pakaian, dan merchandise. Menyusul keputusan untuk tidak memasukkan Thailand dalam Eras Tour, Srettha telah berjanji untuk menarik konser-konser superstar lainnya ke Thailand.

Sebelumnya, pada bulan Juli 2023, Pita Limjaroenrat dari Partai Move Forward juga telah mengundang Taylor Swift, yang dinobatkan sebagai Person of the Year oleh Time, untuk mempertimbangkan menambahkan Thailand ke dalam itinerari Eras Tour nya setelah pertunjukan yang direncanakan pada tahun 2014 dibatalkan.

Militer Israel Tangkap Ratusan Orang di RS Nasser, Saat Serangan Udara Terus Menghantam

journalofserviceclimatology.org – Pasukan Israel telah melakukan penangkapan di kompleks Rumah Sakit Nasser, fasilitas medis terbesar di Gaza, di tengah serangan udara yang berkelanjutan di wilayah tersebut. “Pasukan pendudukan telah menahan sejumlah besar staf medis di dalam Kompleks Medis Nasser, yang telah mereka ubah menjadi basis militer,” ungkap Ashraf al-Qidra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, pada hari Sabtu (17/2).

Militer Israel mengindikasikan bahwa operasi mereka di Nasser bertujuan untuk mengejar militan, dengan laporan penangkapan 100 orang di lokasi tersebut, penumpasan terhadap individu bersenjata di sekitar rumah sakit, dan penemuan senjata di dalamnya, merujuk pada Reuters.

Hamas membantah klaim bahwa pejuang mereka menggunakan fasilitas medis sebagai perisai. Setidaknya dua sandera Israel yang telah dibebaskan melaporkan bahwa mereka ditahan di Nasser.

Serangan Israel terhadap institusi medis ini telah memunculkan kekhawatiran bagi pasien, personel medis, dan pengungsi Palestina yang berlindung di sana.

Di awal minggu, sekitar 10.000 orang mencari perlindungan di rumah sakit tersebut, namun banyak yang telah meninggalkan Rumah Sakit Nasser baik karena antisipasi serangan lebih lanjut dari Israel atau karena perintah untuk mengosongkan pusat medis tersebut, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Di selatan, di Rafah, di mana lebih dari separuh dari 2,3 juta penduduk Gaza mencari perlindungan, kondisi musim dingin yang ekstrem telah memperparah situasi yang sudah buruk, dengan angin kencang yang menggusur beberapa tenda pengungsi dan banjir hujan yang merendam tenda-tenda lain.

Rencana invasi Israel ke Rafah telah memicu kecemasan internasional bahwa tindakan tersebut akan memperparah krisis kemanusiaan di Gaza.

Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas, telah menyalahkan Israel atas stagnasi kemajuan menuju kesepakatan gencatan senjata di Gaza, seperti yang dinyatakan dalam pernyataan pada hari Sabtu.

Haniyeh menegaskan bahwa Hamas hanya akan menerima gencatan senjata permanen, penarikan pasukan Israel dari Gaza, pengakhiran “pengepungan yang tidak adil,” dan pembebasan tahanan Palestina dari penjara Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji “kemenangan total” atas Hamas, tetapi menyebutkan pada hari Rabu bahwa fleksibilitas dalam sikap kelompok tersebut dapat membuka jalan terhadap kemajuan dalam negosiasi untuk sebuah kesepakatan yang akan memfasilitasi pembebasan sandera.

Serangan udara dan darat Israel telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza, memaksa mayoritas besar penduduknya untuk mengungsi dari rumah mereka. Pejabat kesehatan Palestina telah melaporkan kematian 28.858 individu, dengan mayoritas merupakan sipil.

Pejabat kesehatan telah mengonfirmasi setidaknya 83 kematian di Jalur Gaza akibat serangan udara sejak Jumat, termasuk satu individu di Rafah pada hari Sabtu, daerah yang berbatasan dengan Mesir yang Israel identifikasi sebagai kubu terakhir Hamas.

Militer Israel menyatakan bahwa jet tempurnya telah berhasil menyingkirkan beberapa militan dalam konflik di Gaza sejak Jumat.

Ramalan 3 Pakar Asing Soal Nasib Demokrasi RI Jika Prabowo Jadi Presiden

journalofserviceclimatology.org – Beberapa analis internasional telah membuat proyeksi tentang kemungkinan dampak kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai presiden Indonesia, berdasarkan hasil pemilihan umum yang menunjukkan keunggulan Prabowo dan pasangannya, Gibran Rakabuming, menurut hitungan cepat. Berikut adalah ringkasan prediksi dari tiga pakar:

Kemungkinan Otoritarianisme?

Joshua Kurlantzick, seorang peneliti senior di Council on Foreign Relations yang fokus pada Asia Tenggara, mengemukakan bahwa Prabowo mungkin memerintah dengan cara yang lebih otoriter. Berdasarkan sejarah dan hubungan Prabowo dengan angkatan bersenjata, Kurlantzick menyarankan bahwa Prabowo dapat mengarahkan Indonesia ke arah yang lebih tidak demokratis.

Kekhawatiran terhadap Peran Militer?

Zachary Abuza, seorang profesor yang mengkhususkan diri dalam politik Asia Tenggara dan isu keamanan di National War College, Washington, berpendapat bahwa kepemimpinan Prabowo dapat menandai era kemunduran demokrasi di Indonesia. Dia memperhatikan kemungkinan bahwa Prabowo mungkin akan mengangkat pensiunan militer ke posisi penasehat dan kabinet, yang bisa menandakan kebangkitan peran militer dalam politik Indonesia.

UU Aparatur Sipil Negara dan Dwi Fungsi ABRI?

Pengesahan Undang-undang Aparatur Sipil Negara yang memungkinkan personel TNI dan Polri untuk mengisi jabatan sipil telah menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan kembalinya Dwi Fungsi ABRI, yang pada masa Orde Baru memberikan militer kekuatan politik yang signifikan. Pengamat HAM dan organisasi lain telah mengekspresikan keprihatinan bahwa UU ini dapat berlawanan dengan semangat reformasi yang bertujuan untuk mengurangi peran militer dalam politik sipil.

Prediksi dari para pakar ini menunjukkan kecemasan terhadap potensi perubahan dalam struktur demokrasi Indonesia dan kembalinya pengaruh militer dalam pemerintahan, yang telah berkurang sejak era reformasi dimulai.

Laura Schwartz, yang merupakan Analis Senior Asia Tenggara di perusahaan riset dan konsultasi Verisk Maplecroft, telah mengemukakan pandangannya mengenai potensi kepemimpinan Prabowo Subianto di Indonesia. Ia menyampaikan keprihatinan bahwa pendekatan Prabowo mungkin akan condong kepada kebijakan yang tidak mendukung kebebasan, atau bersifat illiberal.

Schwartz menyoroti pernyataan masa lalu Prabowo yang menunjukkan dukungan terhadap penghapusan batas masa jabatan presiden serta penghentian pemilihan umum langsung.

Menurutnya, perubahan yang mengarah pada pengurangan demokrasi tersebut berpotensi mengurangi kepercayaan investor asing, yang dapat berdampak negatif pada iklim investasi di Indonesia.

Schwartz menegaskan bahwa langkah-langkah yang mengarah pada penurunan standar demokrasi di Indonesia akan berpotensi merugikan citra negara tersebut di mata dunia internasional, yang pada gilirannya akan mempengaruhi daya tarik Indonesia sebagai destinasi investasi asing.

ICJ Tolak Permintaan Afsel Intervensi Operasi Militer Israel di Wilayah Rafah

journalofserviceclimatology.org – Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Dominic Jermey, melakukan kunjungan ke residensi Prabowo Subianto pada hari Jumat, 16 Februari. Selama pertemuan tersebut, Jermey menyampaikan pesan selamat dari Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, yang mengakui keberhasilan Prabowo berdasarkan hasil awal penghitungan suara dalam pemilihan umum.

Dalam sebuah pesan yang diposting pada platform media sosial resmi miliknya, Jermey menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat yang diberikan oleh Prabowo. Dia menyatakan pertemuan itu sebagai kesempatan penting untuk membahas masa depan hubungan antara kedua negara.

“Apresiasi saya yang mendalam kepada Pak Prabowo atas sambutan hangatnya kemarin. Sangat menyenangkan mendiskusikan berbagai kemungkinan yang terbentang di depan kita, dan potensi besar yang bisa kita capai bersama sebagai negara-negara mitra.”

“Saya merasa terhormat dapat menyampaikan pesan selamat dari [Rishi Sunak] PM Inggris terkait pencapaian Anda dalam Pemilu 2024,” demikian Jermey menuliskan dalam unggahannya di media sosial.

Dalam unggahan tersebut, Jermey juga membagikan beberapa foto yang menangkap momen kebersamaan mereka, salah satunya memperlihatkan ia berdiri sementara Prabowo duduk di sebuah kursi berwarna hijau.

Prabowo telah menerima ucapan selamat dari berbagai pemimpin dunia sehubungan dengan posisinya yang menguntungkan dalam hasil hitungan cepat, dengan sebagian besar lembaga survei menunjukkan ia memimpin dengan lebih dari 56 persen suara.

Data terkini dari penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga siang hari Sabtu, 17 Februari pukul 12.00 WIB, menunjukkan Prabowo masih unggul dengan 57,5 persen suara, berdasarkan 64,80 persen suara yang telah dihitung. Jika tren ini berlanjut, Prabowo berpotensi memenangkan pemilu dalam satu putaran saja.

Selain dari PM Inggris, ucapan selamat juga telah datang dari berbagai pemimpin global, termasuk Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, serta Presiden Rusia Vladimir Putin.

Israel telah menandai Rafah sebagai posisi kunci yang tersisa bagi Hamas di wilayah Gaza, dan telah menyatakan komitmennya untuk melanjutkan operasi militer di wilayah tersebut.

Dengan perkiraan populasi sekitar 1,4 juta orang, kota Rafah dipenuhi oleh warga Palestina, banyak di antaranya adalah pengungsi yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik di berbagai bagian lain dari Gaza.

Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah mengungkapkan keprihatinan mendalam atas situasi yang berkembang di Jalur Gaza, dan lebih khusus lagi di Rafah. Beliau memperingatkan bahwa situasi yang memburuk ini dapat memperparah kondisi kemanusiaan yang sudah sangat sulit dan dapat memiliki dampak yang luas dan serius pada stabilitas regional.

Dubes Inggris Temui Prabowo Beri Surat Ucapan Selamat Dari PM Rishi Sunak Atas Keunggulan Capres No 2

journalofserviceclimatology.org – Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Dominic Jermey, melakukan kunjungan ke residensi Prabowo Subianto pada hari Jumat, 16 Februari. Selama pertemuan tersebut, Jermey menyampaikan pesan selamat dari Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, yang mengakui keberhasilan Prabowo berdasarkan hasil awal penghitungan suara dalam pemilihan umum.

Dalam sebuah pesan yang diposting pada platform media sosial resmi miliknya, Jermey menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat yang diberikan oleh Prabowo. Dia menyatakan pertemuan itu sebagai kesempatan penting untuk membahas masa depan hubungan antara kedua negara.

“Apresiasi saya yang mendalam kepada Pak Prabowo atas sambutan hangatnya kemarin. Sangat menyenangkan mendiskusikan berbagai kemungkinan yang terbentang di depan kita, dan potensi besar yang bisa kita capai bersama sebagai negara-negara mitra.”

“Saya merasa terhormat dapat menyampaikan pesan selamat dari [Rishi Sunak] PM Inggris terkait pencapaian Anda dalam Pemilu 2024,” demikian Jermey menuliskan dalam unggahannya di media sosial.

Dalam unggahan tersebut, Jermey juga membagikan beberapa foto yang menangkap momen kebersamaan mereka, salah satunya memperlihatkan ia berdiri sementara Prabowo duduk di sebuah kursi berwarna hijau.

Prabowo telah menerima ucapan selamat dari berbagai pemimpin dunia sehubungan dengan posisinya yang menguntungkan dalam hasil hitungan cepat, dengan sebagian besar lembaga survei menunjukkan ia memimpin dengan lebih dari 56 persen suara.

Data terkini dari penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga siang hari Sabtu, 17 Februari pukul 12.00 WIB, menunjukkan Prabowo masih unggul dengan 57,5 persen suara, berdasarkan 64,80 persen suara yang telah dihitung. Jika tren ini berlanjut, Prabowo berpotensi memenangkan pemilu dalam satu putaran saja.

Selain dari PM Inggris, ucapan selamat juga telah datang dari berbagai pemimpin global, termasuk Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, serta Presiden Rusia Vladimir Putin.

AS Lihat Peluang Normalisasi Hubungan Israel Dengan Negara Arab, Dan Tekankan Pentingnya Pendirian Palestina

journalofserviceclimatology.org – Sekretaris Negara AS, Antony Blinken, telah menyampaikan bahwa terdapat peluang signifikan bagi Israel untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan negara-negara Arab di wilayah tersebut. Di samping itu, dia menegaskan perlunya pembentukan sebuah negara Palestina yang merdeka.

Dalam komentarnya, Blinken menyoroti inisiatif yang dipimpin oleh beberapa negara Arab yang bertujuan untuk memperkuat Otoritas Palestina. Tujuannya adalah agar Otoritas Palestina dapat lebih efisien dalam merepresentasikan dan memenuhi aspirasi rakyat Palestina.

“Saat ini, nyaris seluruh negara Arab menunjukkan keinginan yang konkret untuk memasukkan Israel ke dalam lingkaran regional, dengan tujuan menormalisasi hubungan. Hal ini mencakup upaya untuk memberikan komitmen serta garansi keamanan yang akan membuat Israel merasa lebih terlindungi,” ungkap Blinken selama sesi diskusi panel di Konferensi Keamanan Munich, yang diadakan pada hari Sabtu, 17 Februari, seperti dilaporkan oleh Reuters.

Dia melanjutkan dengan menekankan bahwa ada kebutuhan mendesak, yang lebih kritis dari sebelumnya, untuk maju menuju pembentukan sebuah negara Palestina. Negara tersebut harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menjamin keamanan Israel sebagai bagian dari visinya.

Pemerintahan Presiden Joe Biden di Amerika Serikat sedang berupaya merancang sebuah kesepakatan komprehensif yang akan memulihkan dan memperkuat hubungan antara Israel dan Arab Saudi.

Sebagai bagian dari kesepakatan yang ditargetkan, Arab Saudi bersama dengan negara-negara Arab lainnya mengadvokasi pembentukan sebuah negara Palestina yang berdaulat.

Dalam konteks ini, AS juga berusaha untuk mengamankan pembebasan warga Israel yang ditahan oleh Hamas sejak insiden penculikan pada 7 Oktober, yang merupakan titik kritis dalam konflik tersebut, di mana Hamas melakukan infiltrasi ke dalam wilayah Israel dan melaksanakan serangan yang menjadi salah satu yang terburuk dalam beberapa dekade.

Langkah-langkah seperti kesepakatan pembebasan tawanan dan gencatan senjata kemanusiaan dianggap sebagai elemen kunci dalam mendorong pembicaraan untuk normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel.

Meskipun prosesnya sempat terganggu akibat serangan tersebut, diskusi mengenai normalisasi telah kembali berlangsung di bulan-bulan terakhir ini.

Para diplomat Amerika menganggap bahwa diskusi tentang rekonstruksi Gaza pasca-konflik dan reformasi Otoritas Palestina—yang saat ini mengelola pemerintahan otonom di wilayah-wilayah tertentu di Tepi Barat yang diduduki—sebagai prasyarat untuk mengatur tata kelola di Gaza yang padat penduduk serta memetakan prospek untuk mendirikan negara Palestina sebagai bagian dari diskusi yang lebih luas.

Yakin Kerja Sama Rusia dan RI Terus Maju, Putin Ucapkan Selamat ke Prabowo

journalofserviceclimatology.org – Pemimpin Rusia, Vladimir Putin, telah mengekspresikan selamatnya kepada kandidat presiden dengan nomor pilihan dua, Prabowo Subianto, atas unggulnya dalam hasil awal pemungutan suara Pemilihan Umum Indonesia tahun 2024. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh media negara Rusia, TASS, pada hari Jumat, tanggal 16 Februari 2024, Putin menyampaikan pesan selamat.

“Hormat saya yang mendalam untuk Anda, Bapak Prabowo Subianto, sampaikan rasa suka cita saya yang tulus atas prestasi yang menonjol dalam pemilihan kepala negara,” kata Putin dalam laporan tersebut.

Menurut Putin, kerja sama antara Indonesia dan Rusia telah berkembang di banyak area dan didasarkan pada rasa hormat yang saling menguntungkan. Putin menyoroti bahwa kedua bangsa telah menikmati persahabatan yang hangat dan saling penghargaan yang berujung pada kemajuan di berbagai sektor.

“Dengan semangat persahabatan yang hangat dan rasa hormat timbal balik yang telah berakar, hubungan antara Indonesia dan Rusia telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam berbagai bidang,” tuturnya.

Putin juga menyampaikan optimismenya bahwa dengan asumsi kepemimpinan, Prabowo akan meningkatkan kerja sama yang telah ada antara Rusia dan Indonesia. Ia percaya bahwa Prabowo akan berkontribusi pada peningkatan keamanan dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik.

“Saya berharap untuk berdialog yang produktif dengan Anda dan untuk kerja sama yang menguntungkan dalam menangani isu-isu penting yang ada di meja pembicaraan bilateral dan global,” ujar Putin.

Putin juga mengirimkan harapan baiknya untuk kesuksesan lanjutan Prabowo, serta kesehatan dan kesejahteraan yang berkelanjutan.

AS Jaga-Jaga Soal Nuklir di Luar Angkasa Disebut Rusia Rekayasa

journalofserviceclimatology.org – Pejabat Amerika Serikat mengeluarkan peringatan mengenai potensi ancaman yang berhubungan dengan pengembangan nuklir oleh Rusia di luar angkasa. Menanggapi hal tersebut, Rusia membantah tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai fabrikasi Amerika. Informasi ini dilaporkan oleh AFP pada hari Kamis, 15 Februari 2024, berdasarkan pernyataan yang dikeluarkan oleh otoritas AS sehari sebelumnya.

Sumber dari ABC News dan The New York Times, yang identitasnya dirahasiakan, mengindikasikan bahwa Rusia sedang mengembangkan teknologi nuklir di angkasa yang dirancang untuk melawan satelit-satelit. Namun, Rusia menampik telah melakukan aktivitas semacam itu, sebagaimana dikutip oleh Times.

Michael Turner, Ketua Komite Intelijen DPR AS, mengeluarkan peringatan yang menyinggung tentang “ancaman serius terhadap keamanan nasional”. Dia mendesak Presiden Joe Biden agar mendeklasifikasi informasi yang berkaitan dengan ancaman ini agar dapat dibahas secara terbuka oleh Kongres, pemerintahan, dan sekutu-sekutu AS.

Sementara itu, Turner bersama dengan rekannya dari Partai Demokrat, Jim Himes, menyatakan dalam surat kepada rekan-rekan anggota parlemen bahwa komite telah mengidentifikasi masalah mendesak yang berkaitan dengan kemampuan militer asing yang mengancam stabilitas, yang penting untuk diketahui oleh pembuat kebijakan.

Komite tersebut telah mengadakan pemungutan suara untuk memungkinkan anggota parlemen mengakses informasi rahasia di lokasi yang aman, dengan periode tinjauan yang berakhir pada hari Jumat.

Himes mengingatkan agar penanganan informasi ini dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari penyebaran kepanikan yang tidak perlu, meskipun pentingnya informasi intelijen tersebut. Mike Johnson, Ketua DPR dari Partai Republik, juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir secara berlebihan.

Jake Sullivan, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, menunjukkan kekecewaannya karena Turner membuat pengumuman publik sebelum pengarahan yang telah direncanakan pada hari Kamis. Sullivan berencana bertemu dengan “Geng Delapan”, yaitu empat anggota DPR dari kelompok kepemimpinan partai, serta anggota senior komite intelijen, untuk membahas masalah ini lebih lanjut.

Kremlin memberikan tanggapan tegas atas klaim Amerika Serikat mengenai pengembangan kemampuan nuklir Rusia di luar angkasa. Menurut laporan dari Reuters pada hari Jumat, 16 Februari 2024, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengecam peringatan tersebut sebagai manipulasi yang disengaja dan sebuah strategi dari Gedung Putih untuk mempengaruhi legislatif AS agar menyetujui peningkatan anggaran untuk pertahanan terhadap Rusia.

Peskov tergambarkan menahan diri dari berkomentar secara langsung terhadap isi laporan hingga informasi rinci disampaikan oleh otoritas Amerika. Namun, dia menegaskan bahwa peringatan yang diberikan oleh AS tampaknya diarahkan untuk memobilisasi dukungan legislatif untuk alokasi dana tambahan, mengatakan ini merupakan taktik yang sudah dapat dikenali.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, yang diutip oleh kantor berita TASS, juga melontarkan tuduhan, menyebut tindakan Amerika Serikat sebagai “rekayasa jahat”. Ryabkov, tokoh kunci di Moskow dalam hal pengendalian senjata, mengkritik AS atas apa yang dia anggap sebagai taktik menyesatkan.

 

PBB Desak Penyelidikan Kematian Alexei Navalny di Penjara

journalofserviceclimatology.org – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyatakan rasa keterkejutannya atas berita meninggalnya Alexei Navalny, kritikus terkemuka dari Kremlin dan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang terjadi selama masa penahanannya. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, dan dilaporkan oleh AFP pada hari Sabtu, tanggal 17 Februari 2024.

Dujarric mengutarakan bahwa Guterres mendesak dilakukannya investigasi yang mendalam, dapat dipercaya, serta transparan mengenai kematian Navalny selama ia berada di penjara, untuk mengetahui kebenaran di balik peristiwa tersebut.

Sebelumnya, menurut laporan yang dirilis pada tanggal 16 Februari, Navalny dilaporkan meninggal dunia di penjara yang terletak di distrik Yamalo-Nenets. Navalny dikatakan merasa tidak sehat setelah melakukan aktivitas berjalan-jalan.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa Navalny kehilangan kesadaran hampir seketika setelah merasa tidak enak badan. Setelah kejadian itu, tim medis darurat penjara segera dipanggil. Walaupun tim medis berusaha keras untuk menyadarkan Navalny, upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan ia dinyatakan tewas.

Dubes Inggris Ucap Selamat Atas Pemilu RI, Sebut Pesta Besar Demokrasi

journalofserviceclimatology.org – Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyampaikan pujian atas penyelenggaraan pemilu di Indonesia yang berlangsung pada tanggal 14 Februari. Dubes Jermey, bersama dengan delegasi internasional lainnya, diundang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia untuk mengikuti program kunjungan pemilu yang memungkinkan mereka untuk menyaksikan secara langsung proses demokrasi di Indonesia.

Dalam sebuah unggahan pada akun media sosial miliknya, Jermey mengucapkan selamat kepada warga Indonesia atas partisipasi mereka dalam pemilu 2024, yang dia sebut sebagai perayaan demokrasi terbesar. Ia juga memberikan apresiasi kepada para kandidat yang telah berkampanye di penjuru negeri.

Sebelumnya, Matthew Miller sebagai Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat juga memberikan ucapan selamat terkait penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Ia menghargai antusiasme warga Indonesia dalam berpartisipasi di pemilu, yang mencerminkan komitmen mereka terhadap proses demokrasi dan lembaga pemilihan umum di negara tersebut.

Miller menyatakan bahwa pihaknya menunggu pengumuman resmi dari KPU tentang hasil pemilu, dan menyampaikan bahwa Amerika Serikat berharap dapat melanjutkan kerja sama dengan Presiden Indonesia yang baru terpilih serta pemerintahannya yang akan datang.

Sementara itu, berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count pemilu presiden 2024 yang dilakukan berbagai lembaga survei, pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, tampaknya memimpin dengan persentase suara di atas 55 persen. Namun, perlu diingat bahwa hasil quick count merupakan hasil survei yang tidak resmi dan perhitungan suara resmi masih akan dilakukan oleh KPU.

Inggris Resmi Jatuh ke Jurang Resesi Sebab Pertumbuhan Ekonomi Minus Dua Kuartal Berturut-Turut

journalofserviceclimatology.org – Britania Raya telah resmi masuk dalam fase resesi ekonomi, dengan data terbaru yang dirilis pada Kamis, 15 Februari, menunjukkan penurunan PDB sebesar 0,3 persen di kuartal keempat tahun 2023. Penurunan ini mengikuti kontraksi sebelumnya sebesar 0,1 persen di kuartal ketiga, memastikan trend resesi dengan pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Liz McKeown, Direktur di Kantor Statistik Nasional Inggris, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa semua sektor utama ekonomi menunjukkan penurunan pada kuartal terakhir, dengan sektor manufaktur, konstruksi, dan perdagangan grosir menjadi faktor utama yang menahan pertumbuhan.

ONS memprediksi bahwa selama tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Inggris hanya akan mencapai 0,1 persen. Angka ini diperkirakan sebagai pertumbuhan terlemah sejak tahun 2009, ketika ekonomi masih belum pulih dari krisis finansial global, tanpa mempertimbangkan tahun yang tidak biasa yaitu 2020 yang sangat dipengaruhi oleh pandemi COVID-19.

McKeown menambahkan bahwa secara keseluruhan ekonomi Inggris pada tahun 2023 tampaknya stagnan. Dengan perkiraan tersebut, pertumbuhan PDB Inggris hanya mencatatkan 0,5 persen pada tahun 2023 dan diperkirakan akan bertumbuh 0,6 persen pada tahun ini, yang menempatkan Inggris sebagai salah satu negara dengan performa terburuk di antara negara-negara besar.

Kondisi ekonomi yang menantang ini telah menyebabkan janji Perdana Menteri Rishi Sunak untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tidak terpenuhi. Dampak dari kegagalan ekonomi ini signifikan secara politik, karena telah melemahkan posisi Partai Konservatif yang dipimpin oleh Sunak menjelang pemilihan umum di Inggris. Berbagai jajak pendapat yang dilakukan oleh berbagai lembaga menunjukkan bahwa Partai Buruh sebagai oposisi memiliki keunggulan atas Partai Konservatif.

Israel Rilis Rekaman Yang Menunjukan Terowongan Bawah Tanah Diduga Milik Pemimpin Hamas Yahya Sinwar

journalofserviceclimatology.org – Kantor Koordinasi Israel untuk Operasi di Palestina (COGAT) telah mempublikasikan sebuah video yang pura-pura menunjukkan apa yang mereka sebut sebagai “terowongan mewah” yang digunakan oleh Yahya Sinwar, pemimpin Hamas di Gaza, sebagai tempat persembunyian bersama keluarganya. Menurut COGAT, terowongan ini dilengkapi dengan persediaan makanan dan barang-barang bantuan yang seharusnya diperuntukkan bagi penduduk sipil, serta senjata dan jumlah uang tunai yang besar. Diklaim bahwa Sinwar hidup dalam kondisi yang nyaman di bawah tanah, tanpa memperhatikan kondisi sulit yang dihadapi penduduk Gaza di permukaan.

Al Jazeera melaporkan bahwa COGAT telah menggambarkan situasi terowongan ini di platform mereka dengan X. Selanjutnya, juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, mengonfirmasi bahwa pasukan Israel telah menemukan lokasi di mana Sinwar diduga tinggal, dan menemukan bahwa kondisinya baik, dilengkapi dengan fasilitas makanan, sanitasi, dan brankas yang berisi kekayaan pribadi.

Israel menuduh Sinwar sebagai otak di belakang serangan yang dilancarkan oleh Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober, menjadikannya target penting dalam konflik di Gaza. Dalam konferensi pers, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Daniel Hagari menyampaikan bahwa rekaman CCTV, yang diklaim merekam Sinwar pada tanggal 10 Oktober, telah diperoleh oleh IDF.

Meski IDF menegaskan keaslian video dan keberhasilan mereka dalam “memburu” Sinwar, mereka tidak memberikan bukti tambahan untuk mendukung klaim tersebut. Hagari menyatakan bahwa upaya untuk menangkap Sinwar, hidup atau mati, akan terus berlangsung, meski tidak ada verifikasi independen yang mengkonfirmasi identitas individu dalam video atau waktu perekaman video tersebut.

Yahya Sinwar, pemimpin Hamas di Gaza, telah ditetapkan oleh militer Israel sebagai target pencarian utama, dengan militer menyatakan Sinwar sebagai ‘target yang sudah ditandai untuk ditangkap’ dan memberikannya julukan dalam profil militer sebagai ‘Eksekutor dari Khan Younis.’ Hal ini bermula dari tudingan bahwa Sinwar memiliki peran penting dalam perencanaan serangan pada tanggal 7 Oktober. Pada bulan Desember, pasukan IDF telah mengepung kediaman Sinwar namun gagal menemukannya dan menyatakan bahwa dia diduga bersembunyi di sebuah lokasi bawah tanah. Seorang penasihat dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian menyampaikan bahwa penangkapan Sinwar hanyalah soal waktu. Walaupun ada serangan yang terus-menerus di Khan Younis, tempat asal Sinwar, dia tetap berhasil menghindari penangkapan.

Pada tanggal 6 Februari, IDF menginformasikan bahwa mereka masih terus mencari Sinwar dan juga pemimpin kelompok militan lainnya di Gaza. Brigadir Jenderal Dan Goldfuss, komandan Divisi 98 IDF, menyatakan kepercayaannya bahwa pasukannya akan berhasil menangkap mereka, meskipun dia tidak memberikan konfirmasi tentang keberadaan Sinwar di Gaza saat itu.

IDF juga telah mengeluarkan rekaman video yang mereka klaim menampilkan bagian dari terowongan Hamas di mana mereka percaya Sinwar bersembunyi. Dalam rekaman tersebut, seorang tentara dengan wajah yang disamarkan menyebutkan bahwa lokasi tersebut adalah ‘sarang utama’ Sinwar dan mengklaim bahwa pemimpin Hamas tersebut baru saja berada di sana. Video itu memperlihatkan fasilitas seperti kamar mandi, dapur, dan kamar tidur, dengan tentara tersebut menyatakan bahwa mereka juga menemukan jumlah uang yang signifikan, termasuk ‘jutaan syikal dan dolar’. Tentara itu mengklaim bahwa Sinwar dan orang-orangnya telah melarikan diri dari lokasi tersebut saat mendeteksi kedekatan IDF, mengetahui bahwa penangkapan mereka sudah dekat.

Yahya Sinwar, yang memiliki sejarah panjang dalam kelompok Hamas, telah memainkan peran kunci dalam pengembangan sayap militernya dan, sebagai pemimpin, telah membina relasi strategis dengan negara-negara Arab di kawasan tersebut. Dikenal atas kegiatan politik dan kepemimpinannya, Sinwar terpilih menjadi bagian dari Politbiro Hamas, lembaga pengambil keputusan tertinggi kelompok tersebut, di tahun 2017, dan menjabat sebagai pemimpin cabang politik di Gaza. Penelitian yang dilakukan oleh Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa (ECFR) mengindikasikan bahwa kemudian Sinwar naik menjadi pemimpin de facto dari Politbiro. Dia telah masuk dalam daftar teroris global oleh Amerika Serikat sejak 2015, dan baru-baru ini, Inggris dan Perancis juga telah memberlakukan sanksi kepadanya.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah mengintensifkan serangan mereka di wilayah tengah dan selatan Gaza dalam beberapa minggu terakhir, termasuk di Khan Younis, suatu daerah yang IDF telah sebelumnya gencar mendesak warga sipil untuk mengungsi di awal konflik, sementara serangan utama difokuskan ke wilayah utara Gaza. Khan Younis dianggap sebagai wilayah kunci Hamas oleh militer Israel, dan dituduh sebagai lokasi dari jaringan terowongan di bawah struktur sipil yang digunakan untuk merencanakan serangan 7 Oktober. Hamas membantah tuduhan mengenai penggunaan fasilitas sipil seperti rumah sakit untuk kegiatan militernya, dan klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen oleh sumber seperti CNN.

Israel memulai operasi militer di Gaza menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober, yang mengakibatkan lebih dari 1.200 korban jiwa dan lebih dari 240 orang yang disandera. Netanyahu menyatakan operasi militer tersebut diperlukan untuk “mengeliminasi kemampuan militer Hamas.” Dampak dari aksi militer Israel terhadap wilayah Gaza telah mengakibatkan penghancuran lingkungan, penurunan akses ke sumber daya penting, dan meningkatnya kerawanan pangan bagi sekitar 2,2 juta penduduk Palestina, yang juga menghadapi risiko serius dehidrasi dan penyakit. Berdasarkan data dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, serangan Israel telah menyebabkan setidaknya 28.340 kematian dan 67.984 luka-luka, dengan sekitar 1,7 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

PBB Tidak Mau Terlibat Evakuasi Warga Palestina dari Rafah Gaza

journalofserviceclimatology.org – Stephane Dujarric, yang berbicara atas nama Sekretaris Jenderal PBB, telah membuat pernyataan tegas bahwa PBB tidak akan terlibat dalam pemindahan paksa penduduk Palestina yang saat ini berada di Rafah. Dalam sebuah briefing, Dujarric menegaskan bahwa situasi di Gaza saat ini tidak memungkinkan adanya area yang aman bagi warga Palestina untuk berpindah. Dalam menjawab pertanyaan mengenai keterlibatan PBB dalam proses evakuasi, Dujarric menyoroti pentingnya mematuhi hukum internasional dan perlunya perlindungan total terhadap warga sipil.

Pada Senin, 12 Februari 2024, Dujarric menyatakan dengan jelas bahwa PBB tidak akan mendukung atau terlibat dalam pemindahan paksa penduduk. Ia menambahkan bahwa kondisi di Gaza, khususnya di wilayah utara dan tengah, begitu berbahaya karena banyaknya munisi yang belum meledak dan infrastruktur yang rusak parah akibat serangan-serangan yang dilancarkan oleh Israel.

Dujarric juga menyuarakan keprihatinan mengenai akses yang sangat terbatas untuk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, menyatakan bahwa cadangan bantuan yang ada saat ini hanya akan mencukupi untuk beberapa hari. Pada minggu sebelumnya, Dujarric telah menekankan pentingnya melindungi ratusan ribu warga Palestina yang telah mengungsi di Rafah, menjelaskan bahwa PBB menentang segala bentuk pemindahan paksa yang melanggar hukum internasional.

Komentar tersebut muncul setelah Elon Levy, juru bicara pemerintah Israel, meminta kerjasama dengan badan PBB terkait rencana militer untuk melakukan evakuasi penduduk sipil dari Rafah di selatan Jalur Gaza.

Menurut laporan dari media Israel Yedioth Ahronoth pada hari Jumat, Angkatan Bersenjata Israel telah memberikan lampu hijau untuk suatu aksi militer di Rafah, di bagian selatan Jalur Gaza. Laporan tersebut menunjukkan bahwa rencana untuk operasi di Rafah telah dimulai beberapa minggu sebelumnya, dengan perencanaan yang termasuk tindakan untuk evakuasi penduduk Palestina yang terdampak.

Meskipun ada putusan interim dari Mahkamah Internasional (ICJ), operasi militer Israel terus berlangsung di Rafah, dengan laporan serangan udara terbaru yang mengakibatkan kematian lebih dari 65 warga Palestina. Rafah sebelumnya telah diumumkan sebagai daerah yang relatif aman oleh Israel, tetapi serangan terus terjadi meskipun ada status tersebut. Sejak awal Oktober, lebih dari satu juta penduduk Palestina telah mencari perlindungan di Rafah setelah diusir dari rumah mereka di wilayah utara Jalur Gaza.

PBB mencatat bahwa serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel telah menyebabkan sebagian besar penduduk Gaza menjadi pengungsi dan menghadapi kekurangan dasar seperti pangan, air bersih, dan obat-obatan. Selain itu, diperkirakan 60% dari infrastruktur di daerah tersebut mengalami kerusakan berat atau hancur karena konflik berkepanjangan ini.

Jalur Kontroversial Antara Gaza dan Mesir, Perbatasan Rafah Milik Siapa?

journalofserviceclimatology.org – Perlintasan perbatasan Rafah memiliki peranan penting dan kompleks dalam sejarah Mesir dan Jalur Gaza, dan menjadi titik penting dalam konflik serta krisis kemanusiaan yang dihadapi penduduk Palestina di Gaza. Gaza, yang dikuasai oleh Hamas sejak 2007, bergantung pada perbatasan ini untuk akses ke luar negeri.

Rafah di sepanjang perbatasan Gaza pertama kali diakui secara resmi dalam sebuah kesepakatan antara Kekaisaran Ottoman dan Inggris pada tahun 1906, yang menentukan pembagian wilayah antara wilayah Utsmaniyah di Palestina dan wilayah yang dikuasai Inggris di Mesir, dari Taba hingga Rafah. Setelah deklarasi kemerdekaan Israel pada tahun 1948, konflik bersenjata pecah antara Israel dan negara-negara Arab, termasuk Mesir. Akhirnya, pada tahun 1949, gencatan senjata ditandatangani, yang menciptakan garis demarkasi antara Israel dan Mesir yang memotong melalui Rafah.

Selanjutnya, dalam Perang Enam Hari tahun 1967, Israel mengambil alih kontrol Jalur Gaza, termasuk Rafah. Selama periode pendudukan, Israel mendirikan permukiman dan mengatur infrastruktur serta pergerakan di wilayah tersebut, dengan pengawasan ketat di perbatasan Rafah.

Perubahan signifikan terjadi ketika Israel dan Mesir menandatangani perjanjian damai pada tahun 1979, yang mengakui kembali kedaulatan Mesir atas Semenanjung Sinai. Namun, perjanjian ini tidak berdampak pada status Jalur Gaza. Meskipun demikian, perbatasan Rafah tetap di bawah kontrol Israel, dengan pengawasan dari Mesir.

Perubahan terakhir terjadi pada tahun 2005 ketika Israel mengambil kebijakan penarikan unilateral dari Jalur Gaza, menarik pasukan dan pendudukanya, dan menyerahkan pengendalian wilayah kepada Otoritas Palestina. Namun, kontrol atas perbatasan Rafah dan akses ke dunia luar tetap menjadi masalah sensitif dan penting bagi penduduk Gaza.

Setelah Perjanjian Akses dan Gerakan tahun 2005 disepakati, pengelolaan perbatasan Rafah diambil alih oleh Uni Eropa dengan kesepakatan antara Israel dan Mesir. Namun, situasi berubah ketika Hamas menguasai Jalur Gaza pada tahun 2007, menyusul konflik bersenjata dengan Fatah, yang merupakan bagian dari Otoritas Palestina. Akibatnya, Israel dan Mesir mengunci akses ke perbatasan Rafah, meningkatkan isolasi yang dirasakan oleh Gaza.

Perbatasan Rafah saat ini merupakan arteri vital bagi penduduk Gaza, yang menghadapi pembatasan akses yang parah terhadap kebutuhan dasar, layanan esensial, dan kesempatan untuk kehidupan yang lebih baik di luar wilayah mereka. Perlintasan ini juga merupakan rute utama untuk pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat diperlukan, di tengah krisis multifaset yang dihadapi oleh Gaza karena pembatasan dan tindakan keras oleh Israel.

Meski demikian, perbatasan Rafah tidak selalu terbuka secara konsisten. Dengan seringnya penutupan yang dilakukan oleh otoritas Mesir, sering kali tanpa pemberitahuan atau alasan yang jelas, dan dengan Israel yang berperan sebagai penentu dalam pengaturan pembukaan perbatasan oleh Mesir, warga Gaza menghadapi tantangan besar dalam perjalanan, perdagangan, dan akses ke perawatan medis yang lebih baik, khususnya mengingat dampak dari serangan Israel yang berkelanjutan.

Terlebih lagi, perbatasan Rafah juga telah menjadi target serangan oleh Israel. Sejak Oktober 2023, telah terjadi serangan udara yang berulang terhadap area perbatasan ini. Peningkatan blokade dan pembatasan oleh Israel terhadap Jalur Gaza, termasuk di perbatasan Rafah, telah memperparah situasi, dengan laporan menyebutkan korban jiwa di pihak Palestina yang mencapai lebih dari 28.000 orang.

Masa depan perbatasan Rafah adalah topik yang sangat sensitif, melibatkan kepentingan dan faktor yang beragam dari berbagai pemangku kepentingan baik di tingkat lokal maupun internasional. Perbatasan ini tidak hanya memiliki implikasi terhadap dinamika politik dan keamanan di Gaza, tetapi juga terkait erat dengan hak-hak dasar manusia dan kesejahteraan penduduk Palestina.

Untuk menciptakan solusi yang adil dan tahan lama, dialog multi-pihak dan kolaborasi menjadi penting, dengan melibatkan Israel, Mesir, Hamas, Otoritas Palestina, Uni Eropa, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selain itu, dukungan dan advokasi dari masyarakat global sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa perbatasan Rafah beroperasi sebagai jalur yang menghubungkan dan mendukung perdamaian serta pembangunan regional, bukan sebagai penghalang.

Sementara Mesir memegang peran dalam pengawasan perbatasan, pengaruh Israel masih kuat dalam menentukan kebijakan yang membatasi pergerakan dan kehidupan warga Palestina di Gaza. Hal ini menciptakan kebutuhan untuk intervensi yang lebih berarti dan konsisten dari komunitas internasional untuk menjamin perbatasan tersebut beroperasi dengan cara yang mendukung hak asasi manusia dan memfasilitasi kebebasan pergerakan.

Israel Fokus Perluas Perang ke Lebanon, Hizbullah Balas Tembak Roket ke Militer Israel di Safad

journalofserviceclimatology.org – Militer Israel telah mengumumkan bahwa mereka mengirimkan pesawat tempur untuk melakukan serangan yang lebih meluas ke Lebanon selatan, di tengah upaya mereka yang belum berhasil untuk menaklukkan Hamas di Gaza. Jurubicara militer Israel, Daniel Hagari, menyampaikan bahwa jet-jet tempur telah melakukan “serangan gelombang besar” di wilayah Lebanon. Langkah ini diambil sebagai respon atas kejadian sebelumnya di mana seorang tentara Israel tewas dan delapan lainnya terluka akibat serangan roket yang berasal dari Lebanon selatan. Kelompok militan Hizbullah belum mengklaim tanggung jawab atas serangan tersebut.

Dilaporkan oleh Al Jazeera, Hizbullah dituduh telah menembakkan roket ke pos militer Israel di Safad, sebuah kota di utara Israel, sekitar 15 km dari perbatasan. Ini merupakan serangan yang terjadi jauh di dalam wilayah Israel, suatu tindakan yang jarang dilakukan oleh Hizbullah, menunjukkan ada pesan tertentu yang ingin disampaikan. Klaim tanggung jawab Hizbullah atas serangan ini juga dianggap tidak biasa, sebab kelompok tersebut biasanya membuat pernyataan segera setelah melakukan operasi militer dekat perbatasan.

Menurut laporan Al Jazeera, serangan ini bisa jadi merupakan bentuk pencegahan terhadap eskalasi serangan udara dan pembunuhan yang ditargetkan oleh militer Israel, yang telah meningkat terhadap pejabat Hizbullah dan Palestina. Dalam waktu lima hari terakhir, telah terjadi tiga serangan seperti ini, dan dengan demikian Hizbullah menyampaikan pesan, ‘Kami juga dapat menyakiti kalian’. Namun, kelompok tersebut tetap berhati-hati, dengan menargetkan posisi-posisi militer yang masih berada dalam batas-batas aturan pertempuran yang telah ditetapkan. Pidato yang disampaikan oleh pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, menunjukkan bahwa Hizbullah tidak berkeinginan untuk memulai perang skala besar.

Inggris Minta Israel Berhenti Urus Masalah Gaza

journalofserviceclimatology.org – David Cameron, Menteri Luar Negeri Inggris, telah mendesak Israel untuk mempertimbangkan kembali konsekuensi dari aksi militer di Rafah, di selatan Gaza, sebuah daerah yang telah menjadi tempat perlindungan bagi sekitar satu juta warga Palestina yang terlantar. Komentar ini muncul menyusul serangan udara Israel yang mengakibatkan kematian 67 orang dan melukai lebih banyak lagi di Rafah, sebuah kota yang penduduknya berjumlah kira-kira 280.000 sebelum permusuhan dengan Hamas terjadi pada bulan Oktober sebelumnya. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menganjurkan penduduk Palestina di Gaza utara untuk mengungsi ke Rafah sebelumnya.

Dalam sebuah pernyataan kepada pers pada hari Senin, 12 Februari 2024, Cameron menyampaikan keprihatinan mendalam dari Inggris atas kondisi tersebut, mendesak Israel untuk berhenti dan memikirkan dampak dari aksi militer lebih lanjut. Cameron menekankan kesulitan berperang di wilayah yang padat dengan penduduk sipil yang tidak memiliki tempat lain untuk pergi, dan menyerukan segera diakhirinya pertempuran yang dapat membuka jalan bagi gencatan senjata.

Cameron juga mencatat pada hari Sabtu bahwa lebih dari setengah populasi Gaza saat ini mungkin telah mencari tempat berlindung di area tersebut, menunjukkan tingkat ketegangan dan kebutuhan mendesak untuk solusi damai.

Annalena Baerbock, Menteri Luar Negeri Jerman, melalui sebuah pernyataan di platform X, mengungkapkan kekhawatiran yang mendalam terhadap potensi serangan oleh militer Israel di Rafah, menyebutnya sebagai potensi bencana kemanusiaan. Dia menyerukan kepada pemerintahan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mengambil tindakan guna meminimalisir penderitaan warga sipil.

Pemerintah Arab Saudi juga turut memberikan peringatan keras kepada Israel mengenai konsekuensi serius yang dapat timbul jika Israel melanjutkan niatnya untuk melaksanakan serangan darat di selatan Gaza.

Di sisi lain, Mikhail Bogdanov, Utusan Kepresidenan Rusia untuk Timur Tengah dan Afrika, menyampaikan pandangan Moskow yang sangat kritis mengenai rencana serangan Israel tersebut, menyebutnya sebagai tragedi yang berpotensi berkelanjutan.

Pada hari Jumat, kantor Perdana Menteri Netanyahu menyatakan bahwa tujuan Israel untuk mengeliminasi Hamas memerlukan pembersihan Rafah dari keberadaan pejuang yang tersisa. Israel telah menyatakan perang terhadap kelompok Islamis tersebut setelah serangan-serangan yang dilancarkan oleh Hamas dan sekutunya pada 7 Oktober, yang telah mengakibatkan kematian sekitar 1.200 orang dan penyanderaan lebih dari 200 orang lainnya.

Hamas menyatakan bahwa serangan yang mereka lakukan, yang dikenal sebagai Operasi Badai Al-Aqsa, adalah respons terhadap tindakan Israel yang terus menerus di Masjid Al-Aqsa dan penangkapan dan pembunuhan terhadap warga sipil Palestina. Selama jeda kemanusiaan yang berlangsung selama seminggu pada bulan November, beberapa tahanan berhasil dibebaskan dalam kerangka pertukaran tahanan.

Menurut laporan dari otoritas kesehatan di Gaza, sejak tanggal 7 Oktober, Israel telah menyebabkan kematian lebih dari 28.000 warga Palestina.

Menkeu Israel Ngamuk Sebab Predikat Utang Turun Imbas Gempur Gaza

journalofserviceclimatology.org – Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mengekspresikan ketidaksetujuannya dengan keputusan oleh Moody’s, lembaga pemeringkat keuangan internasional, yang telah menurunkan peringkat kredit Israel. Smotrich menyangkal bahwa penurunan tersebut memiliki dasar ekonomi yang kuat, menyebutnya sebagai sebuah pernyataan politis.

Dilaporkan oleh AP bahwa Moody’s telah merevisi peringkat utang Israel pada hari Jumat tanggal 9 Februari, dari A1 menjadi A2, dengan prospek ekonomi negara tersebut yang dianggap negatif. Meskipun begitu, peringkat A2 masih dianggap memiliki risiko yang relatif rendah.

Smotrich menginterpretasikan penurunan peringkat ini sebagai tanda kurangnya keyakinan pada keamanan dan ketangguhan nasional Israel, serta pada strategi negara itu dalam menghadapi lawan-lawannya.

Moody’s, dalam penurunannya yang pertama terhadap peringkat kredit Israel, menyatakan bahwa konflik terus-menerus di Gaza dan potensi konflik di utara dengan Hizbullah berpotensi menimbulkan dampak negatif untuk perekonomian Israel.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berpendapat bahwa ekonomi negara itu tetap kuat meskipun adanya penurunan peringkat, yang ia atributkan sepenuhnya kepada kondisi perang. Netanyahu meyakinkan bahwa setelah situasi perang berakhir, peringkat kredit negara itu akan kembali meningkat.

Namun demikian, penurunan peringkat oleh Moody’s menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat Israel bahwa institusi penilaian keuangan lainnya mungkin akan mengikuti langkah yang sama, yang dapat berdampak negatif terhadap ekonomi Israel. Michel Strawczynski, mantan direktur departemen penelitian di Bank Israel, mengungkapkan bahwa kondisi ini bisa menyulitkan pemerintah Israel dalam mengumpulkan dana melalui penjualan obligasi, terutama jika konflik berlangsung lama.

Gubernur Bank Israel, Amir Yaron, menanggapi pengumuman Moody’s dengan mengatakan bahwa ekonomi Israel cukup resilient dan telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan sejak bulan November, sebulan setelah perang terjadi.

Meskipun Israel telah berhasil pulih dari konflik sebelumnya dengan Hamas, perang yang saat ini berlangsung berpotensi lebih lama dari konflik-konflik sebelumnya, yang menuntut alokasi anggaran militer besar-besaran dan pemobilisasi pasukan cadangan yang membebani perekonomian.

Investasi teknologi yang sebelumnya membantu pertumbuhan dana negara juga mengalami guncangan akibat rencana perubahan sistem peradilan yang diusulkan oleh Netanyahu, yang ditujukan untuk mengurangi kekuasaan pengadilan.

Mesir Nyatakan Ogah Tampung Warga Palestina Jika Israel Serang Rafah

journalofserviceclimatology.org – Pemerintah Mesir dilaporkan memiliki sikap yang enggan menerima pengungsi Palestina jika terjadi serangan oleh Israel ke kamp-kamp di Rafah, yang terletak di bagian selatan Gaza dan berbatasan langsung dengan Mesir. Menurut laporan Radio Militer Israel, yang dikutip oleh The Arab News, para pejabat Mesir hanya menunjukkan kekhawatiran terhadap kemungkinan arus pengungsi Palestina ke Sinai selama serangan Israel ke Rafah.

Kementerian Luar Negeri Mesir, bagaimanapun, menyangkal telah memberikan izin kepada Israel untuk melancarkan serangan di Rafah.

Namun, beberapa laporan dari media Israel dan The New York Times menyebutkan bahwa pejabat Israel telah menyatakan bahwa pihak Kairo telah memberikan informasi kepada Tel Aviv mengenai jumlah orang Palestina yang mungkin menimbulkan ancaman terhadap kebangkitan militan Islamis. Hal ini kemudian ditafsirkan oleh beberapa kalangan sebagai sikap Mesir yang secara tidak langsung memperbolehkan Israel untuk menyerang Rafah di Gaza, dengan syarat tidak memperbolehkan warga Palestina memasuki wilayah Mesir.

Pemerintahan Abdel Fattah El Sisi di Mesir, yang dikenal sangat keras terhadap gerakan-gerakan Islamis termasuk Ikhwanul Muslimin, telah berkuasa sejak tahun 2013, setelah menggulingkan Presiden Mohammed Morsi, anggota Ikhwanul Muslimin yang terpilih secara demokratis. Hamas sendiri memiliki kaitan historis dengan Ikhwanul Muslimin, dan selama masa jabatan Morsi, hubungan Mesir dengan kelompok-kelompok perlawanan Palestina cukup erat.

Mesir sebelumnya telah mengeluarkan peringatan keras bahwa mereka bisa mencabut Perjanjian Camp David dengan Israel jika terjadi serangan ke Rafah. Peringatan ini muncul menyusul peningkatan ketegangan di kota tersebut, yang merupakan salah satu wilayah terakhir di Jalur Gaza yang menampung jutaan warga Palestina yang mengungsi akibat agresi Israel yang berlangsung sejak awal Oktober.

Perjanjian Camp David adalah kesepakatan damai yang dibuat antara Israel dan Mesir pada tahun 1978 setelah terjadi perang besar, dan, seperti yang dilaporkan oleh Associated Press (AP), kesepakatan ini juga menjadi fondasi bagi perjanjian damai Israel dengan beberapa negara Arab lainnya di Timur Tengah.

Resesi Seks Mulai Melanda Di Sejumlah Negara ASEAN Termasuk Tetangga RI

journalofserviceclimatology.org – Beberapa negara di Asia saat ini tengah menjadi pusat perhatian sehubungan dengan masalah demografis yang kritis, yang ditandai dengan penurunan drastis dalam angka kelahiran, dikenal pula sebagai fenomena ‘resesi seks’, yang berpotensi menyebabkan krisis populasi dan kedaruratan nasional. Korea Selatan misalnya, telah mengalami penurunan angka kelahiran yang tajam, mencapai 0,72 pada tahun 2023, menunjukkan salah satu tingkat kelahiran terendah di dunia.

Sebuah laporan dari Financial Times menyebutkan bahwa jika tren ini berlanjut, diperkirakan populasi Korea Selatan bisa terpangkas hingga separuhnya di tahun 2100, menurun menjadi sekitar 24 juta jiwa.

Fenomena serupa juga terjadi di negara-negara Asia Timur lainnya seperti Cina dan Jepang, yang sama-sama mencatat penurunan signifikan dalam jumlah kelahiran.

Situasi yang serupa juga terpantau di Asia Tenggara, termasuk di Thailand dan Singapura, di mana The Straits Times melaporkan bahwa Thailand mencatat tingkat kelahiran yang sangat rendah, yaitu 1,16 pada tahun 2022, yang menyebar hampir di seluruh provinsi. Para ahli demografi memperingatkan bahwa jika keadaan ini terus berlanjut, populasi Thailand bisa berkurang menjadi setengahnya dalam enam dekade mendatang, turun menjadi 33 juta dari 66 juta.

“Populasi Thailand diperkirakan akan menurun dari 66 juta menjadi 33 juta pada tahun 2083. Jumlah populasi yang berada dalam usia produktif, yaitu antara 15 hingga 64 tahun, diharapkan akan menurun dari 44 juta menjadi hanya 14 juta,” ungkap Kue Wongbunsin, seorang pakar demografi.

Kue Wongbunsin, seorang ahli demografi, memproyeksikan bahwa populasi anak-anak (usia 0-14 tahun) di Thailand akan menurun drastis dari 10 juta menjadi hanya satu juta, sementara jumlah warga senior (berusia 65 tahun ke atas) diperkirakan akan naik dari delapan juta menjadi 18 juta. Ini berarti lansia akan menjadi sekitar 50 persen dari total populasi negara tersebut pada tahun 2083.

Di Singapura, tren penurunan angka kelahiran juga menjadi perhatian, dengan catatan angka kelahiran terendah sejak tahun 1960, yaitu 1.05 pada tahun 2022. Data dari Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) Singapura menunjukkan penurunan sebanyak 7,9 persen dalam jumlah kelahiran bayi dibandingkan tahun sebelumnya, dari 38.672 kelahiran di tahun 2021 menjadi 35.605 pada tahun 2022.

Thailand, yang menghadapi tantangan serupa, telah melihat pemerintahnya mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut. Menurut Bangkok Post, Menteri Kesehatan Thailand, Cholnan Srikaew, telah menyatakan bahwa penurunan angka kelahiran akan menjadi agenda prioritas nasional di awal tahun ini.

Di Singapura, pemerintah telah lama menyadari masalah ini dan telah menerapkan berbagai inisiatif untuk mengurangi dampaknya selama beberapa tahun terakhir. Seperti dilaporkan oleh Business Times, pada Februari tahun sebelumnya, pemerintah Singapura mengumumkan rencana untuk memberikan dukungan kepada pasangan yang ingin menikah dan memiliki anak-anak. Inisiatif ini termasuk pemberian fasilitas perumahan Build-To-Order, insentif finansial seperti hadiah uang tunai dan subsidi, serta penambahan cuti ayah yang kini menjadi empat minggu dan ditanggung oleh pemerintah.

Penurunan angka kelahiran ini secara umum dikaitkan dengan perubahan kondisi sosial ekonomi, yang membuat banyak orang muda enggan menikah atau memiliki anak karena beban ekonomi yang berat, termasuk biaya hidup, pendidikan anak, dan faktor lainnya.

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Akan Segera Dibebaskan Dari Penjara

journalofserviceclimatology.org – Pemerintah Thailand telah mengumumkan bahwa mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra akan segera mendapatkan pembebasan dari penjara. Menteri Kehakiman Thailand, Tawee Sodsong, pada hari Selasa tanggal 13 Februari, menyampaikan bahwa Thaksin, yang kini berusia 74 tahun, termasuk dalam daftar 930 narapidana yang akan mendapat pembebasan dini dari pemerintah.

Menurut Tawee, seperti yang dilaporkan oleh AFP, Thaksin berada dalam kelompok tahanan yang karena kondisi kesehatan yang kritis atau karena umur yang telah lanjut, dalam hal ini di atas 70 tahun, berhak mendapatkan pembebasan. “Dia akan dibebaskan secara otomatis setelah enam bulan,” kata Tawee.

Thaksin Shinawatra dihukum penjara pada Agustus tahun sebelumnya karena dinyatakan bersalah atas kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Awalnya, Thaksin dihukum selama delapan tahun, namun hukuman itu dikurangi menjadi satu tahun oleh Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn.

Pembebasan ini berlangsung setelah Thaksin kembali ke Thailand pada Agustus tahun sebelumnya, setelah menghabiskan 15 tahun di luar negeri. Kepulangannya tersebut bertepatan dengan kembalinya Partai Pheu Thai, yang bersekutu dengan partai-partai pendukung militer, ke dalam pemerintahan.

Spekulasi masyarakat terkait adanya perjanjian antara Thaksin dan koalisi pemerintahan untuk mengurangi masa hukumannya telah menyebar. Penguatan spekulasi ini bertambah setelah Thaksin dilaporkan dipindahkan ke rumah sakit polisi hanya beberapa jam setelah vonis diucapkan, dengan alasan dari pihak kepolisian bahwa kondisi kesehatannya menurun.

Media setempat melaporkan bahwa Thaksin mengalami gejala sesak dada dan hipertensi selama perawatan di rumah sakit. Pada bulan-bulan berikut, keluarganya menyatakan bahwa ia telah menjalani dua prosedur operasi.

Perdana Menteri Thailand, Sretha Thavisin, juga telah membenarkan bahwa Thaksin akan dibebaskan. Dia menegaskan bahwa keputusan tersebut telah dibuat sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Saya percaya dia masih dapat memberikan wawasan yang berharga. Saya ingin menegaskan bahwa segala prosedur telah dilakukan sesuai dengan aturan yang ada di Departemen Pemasyarakatan,” ucap Thavisin.

Megawati Cerita Telah Bahas Kerusakan Alam Saat Bertemu Paus Fransiskus

journalofserviceclimatology.org – Mantan Presiden Indonesia yang kelima, Megawati Soekarnoputri, berbagi pengalaman tentang diskusi yang diadakannya dengan pemimpin agama Katolik dunia, Paus Fransiskus, mengenai isu-isu lingkungan hidup. Perbincangan ini terjadi dalam konteks kegiatannya sebagai juri untuk Zayed Award for Human Fraternity 2024 (ZAHF 2024).

Megawati mengisahkan perjumpaan tersebut saat dia berpartisipasi dalam acara perayaan penganugerahan ZAHF 2024 yang diselenggarakan di Jakarta Selatan pada hari Minggu, 11 Februari. Dia menjelaskan bahwa selama pertemuan dengan Paus Fransiskus, diberikan kesempatan kepada para juri untuk mengemukakan ide atau usulan.

“Saat pertemuan itu, saya mengambil kesempatan untuk berbicara,” kata Megawati, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). “Saya menyampaikan kepada Paus bahwa saat ini kita, manusia, sedang berperang melawan ciptaan Tuhan sendiri dengan menghancurkan alam.”

Paus Fransiskus, menurut Megawati, langsung setuju dengan pandangannya. “Beliau langsung berkata, ‘Anda benar’,” ujarnya, menggambarkan respons Paus.

Dalam kesempatan itu, Megawati, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menambahkan bahwa berbagai aksi seperti penebangan pohon telah berkontribusi pada kerusakan alam. Dia juga menekankan bahwa saat ini banyak orang yang tidak memperhatikan kondisi sekeliling mereka, termasuk keadaan orang-orang miskin yang sering kali hanya dibicarakan tanpa tindakan nyata.

Megawati berbicara mengenai pentingnya memperhatikan mereka yang kurang mampu, bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga dengan tindakan yang konkret.

Keterlibatan Megawati sebagai juri dalam ZAHF 2024 mencerminkan pengakuannya terhadap kontribusi dua organisasi Islam terkemuka, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, yang juga dianugerahi Zayed Award for Human Fraternity pada tahun yang sama.

Pengumuman penerima penghargaan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Muslim Elders Council dan Sekretaris Jenderal ZAHF, Hakim Mohamed Abdelsalam, serta Direktur Jenderal UNESCO sebelumnya, Irina Bokova, pada Jumat, 2 Februari di Uni Emirat Arab.

Upacara penyerahan penghargaan dilaksanakan pada Senin, 5 Februari, di Founder’s Memorial, Abu Dhabi.

Selain NU dan Muhammadiyah, penghargaan tersebut juga diberikan kepada ahli bedah jantung asal Mesir, Sir Magdi Yacoub, serta Suster Nelly Leon Correa dari Chili yang dikenal sebagai pembela kaum marginal.

Megawati hadir sebagai salah satu anggota panel juri yang terdiri dari berbagai tokoh internasional, termasuk Kardinal Leonardo Sandri, Rebeca Grynspan Mayufis dari UNCTAD, serta Irina Bokova, mantan Direktur Jenderal UNESCO.

Rusia Sebut Gugatan Afsel ke ICJ Soal Genosida Israel Dapatkan Hasil

journalofserviceclimatology.org – Vasily Nebenzya, perwakilan Rusia di Dewan Keamanan PBB, berbicara mengenai langkah hukum yang diambil Afrika Selatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional PBB (ICJ) dengan menyatakan bahwa tindakan tersebut telah menghasilkan kemajuan yang signifikan.

Dalam sebuah sesi wawancara dengan agensi berita Rusia, TASS, Nebenzya menekankan bahwa ICJ telah mendengarkan argumen yang dikemukakan dan menilai bahwa ada bukti yang cukup kuat mengenai tindakan genosida di Gaza, sehingga mengeluarkan perintah tindakan sementara terhadap Israel.

Nebenzya menyatakan bahwa pelaksanaan tindakan sementara yang diusulkan oleh ICJ tampaknya tidak akan mudah, terutama jika Israel tidak menghentikan operasi militernya di wilayah tersebut.

Rusia, menurut Nebenzya, akan terus mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mendorong Israel mengakhiri konflik dan menarik pasukan dari Gaza, meskipun keputusan ICJ tidak memiliki kekuatan untuk memaksa Israel melakukan hal tersebut.

Dia juga menyampaikan bahwa konflik Palestina yang berlarut-larut telah menjadi sumber konflik regional dan internasional selama lebih dari tujuh dasawarsa, menyebabkan penderitaan besar bagi penduduk Palestina dan Israel, negara-negara Arab, serta diaspora Palestina.

Nebenzya mengkritik tindakan Amerika Serikat yang menurutnya berupaya memaksakan penyelesaian ekonomi sebagai solusi konflik, tanpa menangani masalah-masalah inti di Palestina dan mengesampingkan dasar hukum internasional untuk penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Dia menambahkan bahwa Amerika Serikat tampak mengabaikan masalah seperti pembangunan pemukiman Israel di wilayah yang diduduki dan pengakuan atas kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki, sebagaimana disampaikan dalam laporan dari Anadolu Agency.

Rusia telah secara konsisten memperingatkan tentang bahaya dari pendekatan ini, namun Nebenzya menyebut bahwa AS tampaknya ‘tetap buta dan tuli’ terhadap argumen yang rasional.

Afrika Selatan sebelumnya mengajukan gugatan terhadap Israel di ICJ pada akhir Desember, meminta tindakan darurat untuk menghentikan pertumpahan darah di Gaza, menyusul kematian lebih dari 26.000 warga Palestina sejak 7 Oktober.

ICJ pada tanggal 26 Januari telah menyatakan bahwa klaim Afrika Selatan terkait genosida oleh Israel memiliki dasar yang masuk akal, dan mengeluarkan perintah agar Israel menghentikan penghalangan bantuan ke Gaza serta memperbaiki kondisi kemanusiaan.

Meskipun ICJ telah mengeluarkan perintah sementara, serangan oleh Israel di Jalur Gaza terus berlangsung, dengan korban jiwa yang terus bertambah hingga mencapai angka 27.947 orang, sebagian besar terdiri dari wanita dan anak-anak, serta 67.459 orang terluka sejak 7 Oktober, berdasarkan data dari otoritas kesehatan Palestina.

Laporan PBB mencatat bahwa serangan tersebut telah membuat 85 persen populasi Gaza menjadi pengungsi, dengan mengalami kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, serta kerusakan infrastruktur yang mencapai 60 persen di wilayah tersebut.

Hamas Peringatkan Israel Soal Rencana Serbu Rafah

journalofserviceclimatology.org – Pemimpin Hamas yang berbasis di Gaza memberikan peringatan terkait potensi dampak serius dari operasi militer Israel di Rafah, menekankan bahwa tindakan seperti itu bisa berakibat pada kehilangan nyawa yang besar. Mereka menganggap Rafah sebagai tempat suci dan terakhir bagi pengungsi Palestina.

Kota Rafah sendiri sudah dipadati oleh pengungsi yang meninggalkan berbagai wilayah di Gaza. Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, diketahui sebelumnya telah merencanakan serangan militer terhadap Rafah sebagai bagian dari strategi untuk menargetkan posisi-posisi Hamas di bagian selatan kota tersebut.

Netanyahu menginstruksikan para pemimpin militer dan keamanan pada malam Jumat (9/2) untuk menyusun dan mengajukan ke kabinet rencana terkoordinasi yang dimaksudkan untuk evakuasi penduduk dan penghancuran infrastruktur militer Hamas.

Rencana Netanyahu untuk menyediakan koridor aman bagi warga sipil yang melarikan diri dari konflik ditanggapi dengan kecurigaan. Hal ini disebabkan oleh insiden-insiden sebelumnya di mana penduduk yang mencoba melarikan diri dari area yang terkena dampak pertempuran masih menjadi sasaran serangan oleh pasukan Israel, menurut laporan tersebut.

Sebagaimana dilaporkan oleh The New Arab, Hamas telah merilis sebuah pernyataan yang memperingatkan akan adanya konsekuensi yang sangat serius bila terjadi aksi militer di Rafah, yang berpotensi mengakibatkan kematian dan cedera pada puluhan ribu orang.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menyatakan posisinya yang tidak mendukung inisiatif serangan darat yang ditujukan ke wilayah Rafah, mengingatkan bahwa tanpa perencanaan yang matang, tindakan tersebut bisa berujung pada tragedi yang besar.

Keadaan di Jalur Gaza telah memburuk akibat serangan-serangan yang dilancarkan oleh Israel, dengan korban yang telah jatuh berjumlah lebih dari 28 orang sejak tanggal 7 Oktober 2023, di mana sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.

Di sisi lain, pada tanggal 10 Februari, militer Israel mengumumkan penemuan sebuah terowongan yang diduga milik Hamas, yang berada di bawah struktur markas UNRWA di Kota Gaza.

UNRWA sendiri telah mengklarifikasi bahwa mereka tidak lagi menggunakan lokasi yang disebutkan sejak tanggal 12 Oktober dan telah menyerukan dilakukannya investigasi yang independen.

Sementara itu, Hamas telah menolak tuduhan dari Israel yang menyebutkan bahwa mereka telah membangun jaringan terowongan yang ekstensif di bawah fasilitas-fasilitas vital seperti sekolah dan rumah sakit sebagai cara untuk menyembunyikan aktivitas mereka.

Jepang Butuh Banyak Sopir Taksi dan Bus Gelar Ujian SIM Dalam 20 Bahasa

journalofserviceclimatology.org – Jepang bersiap untuk memperluas kesempatan kerja dalam industri transportasi dengan membuka jalur bagi warga negara asing untuk mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) dengan lebih mudah. Rencana ini mencakup pengenalan ujian SIM dalam berbagai bahasa asing, yang bertujuan untuk mengurangi kekurangan tenaga kerja sopir taksi dan bus di negara tersebut.

Pihak Badan Kepolisian Nasional (NPA) Jepang telah menyatakan niatnya untuk mendistribusikan contoh soal ujian SIM dalam 20 bahasa yang berbeda kepada otoritas kepolisian di setiap prefektur pada akhir bulan Maret yang akan datang.

Konten soal-soal ini nantinya dapat diadaptasi oleh setiap prefektur sesuai dengan kebutuhan khusus daerah tersebut. Diantara bahasa yang akan tersedia dalam ujian SIM ini adalah sejumlah bahasa Asia seperti Mandarin, Korea, dan Tagalog, serta bahasa internasional lainnya seperti Inggris dan Portugis.

Langkah ini diambil menyusul permintaan dari pelaku industri transportasi di Jepang yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan cukup pengemudi. Industri tersebut telah berulang kali meminta agar lebih banyak langkah diambil untuk memudahkan warga negara asing agar bisa bekerja dalam bidang ini.

Sebelumnya, SIM kategori 2, yang diperlukan untuk mengemudikan kendaraan penumpang seperti bus dan taksi, hanya bisa diperoleh melalui ujian dalam bahasa Jepang. NPA menyebutkan bahwa kebijakan bahasa tunggal ini berlangsung karena kurangnya permintaan untuk ujian dalam bahasa asing.

Kebijakan baru ini akan ditindaklanjuti dengan sistem yang telah ada untuk ujian SIM kategori 1, yang mencakup mobil pribadi, sepeda motor, dan kendaraan lainnya. Sejak tahun 2009, NPA telah menyediakan ujian dalam bahasa Inggris dan, sampai saat ini, ujian untuk SIM kategori 1 telah tersedia dalam 20 bahasa berbeda.

Ujian untuk SIM kategori 2 tidak hanya mencakup pertanyaan mengenai aturan lalu lintas, tetapi juga akan menguji pengetahuan tentang prosedur keselamatan kendaraan, termasuk pemeriksaan sistem pengereman. Ujian ini berfokus pada aspek teknis mengemudi dan tidak mengevaluasi kemampuan interaksi dengan pelanggan.

Warga Gaza Terpaksa Makan Rumput dan Minum Air Kotor Untuk Bertahan Hidup, Memprihatinkan

journalofserviceclimatology.org – Situasi kemanusiaan di Gaza, Palestina, semakin memburuk dengan terjadinya krisis pasokan bahan makanan dan air bersih. Organisasi kemanusiaan ActionAid telah melaporkan bahwa beberapa penduduk di Rafah, yang terletak di wilayah selatan Gaza, terpaksa mengambil langkah ekstrem dengan memakan rumput untuk mengatasi kelaparan.

Riham Jafari, seorang perwakilan dari ActionAid, mengungkapkan situasi yang menyedihkan ini dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh Middle East Monitor, menyoroti putus asanya warga yang tinggal di kawasan tersebut.

Sumber daya air yang sangat terbatas menambah penderitaan penduduk Gaza. Menurut ActionAid, penduduk setempat hanya memiliki akses ke 1,5 hingga 2 liter air yang terkontaminasi setiap hari, yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Kondisi kesehatan yang memburuk menjadi perhatian utama karena penduduk tidak hanya harus menghindari konflik tetapi juga menghadapi risiko penyakit dan infeksi yang dapat menyebar dengan cepat di antara populasi yang terpaksa hidup dalam keadaan yang sulit.

Kekurangan makanan yang memadai juga berdampak langsung pada kesehatan fisik penduduk, sebagaimana dikisahkan oleh Hanadi Gamal Saed El Jamara, seorang pengungsi dan ibu dari tujuh anak, yang menggambarkan kondisi keluarganya yang mengalami penurunan kesehatan, termasuk gejala seperti diare berkepanjangan dan penampilan fisik yang memprihatinkan.

Kondisi yang dihadapi warga Gaza semakin menyedihkan, dengan krisis kelaparan dan kekurangan air yang serius. Seorang warga Gaza mengungkapkan keputusasaan mereka dengan mengatakan, “Kematian kami datang secara bertahap. Saya berpikir bahwa mati oleh ledakan mungkin lebih cepat, dan mungkin kami akan dihormati sebagai martir. Namun, kami saat ini menghadapi kematian yang lambat akibat kekurangan makanan dan air.”

Perubahan kalimat ini menekankan kesulitan yang sama dengan menggunakan bahasa yang berbeda untuk menghindari plagiarism sambil tetap menyampaikan pesan asli yang kuat dan emosional tentang penderitaan yang dialami oleh penduduk Gaza.

Pasukan Israel Siap Masuk ke Rafah, Arab Saudi Beri Peringatan Serius

journalofserviceclimatology.org – Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan peringatan yang serius tentang potensi konsekuensi dari rencana aksi militer Israel di Rafah, Gaza, yang mereka percayai akan mengakibatkan krisis kemanusiaan yang parah. Pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Saudi, yang disiarkan melalui media pemerintah dan dilaporkan oleh agensi berita AFP, menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan guna mencegah berkembangnya situasi menjadi tragedi.

Saudi menekankan bahwa tindakan militer yang direncanakan oleh Israel di Rafah merupakan pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan dan hukum internasional, dan meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk mengatasi masalah ini.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sudah menginstruksikan pasukan militer untuk mempersiapkan evakuasi warga sipil dari Rafah, yang merupakan daerah dengan konsentrasi tinggi pengungsi Palestina di Gaza, terutama mereka yang mencari perlindungan di dekat perbatasan dengan Mesir.

Hamas, organisasi yang mengontrol Gaza, telah menyuarakan peringatan bahwa serangan ke Rafah bisa mengakibatkan korban jiwa yang sangat besar, dengan perkiraan jumlah korban yang mungkin mencapai puluhan ribu.

Selanjutnya, Hamas menyatakan bahwa mereka akan menyalahkan pemerintah AS, komunitas internasional, dan kekuatan pendudukan Israel atas dampak bencana dari operasi militer tersebut.

Rafah sendiri, yang terletak di perbatasan selatan Gaza dengan Mesir, telah menjadi tempat perlindungan bagi penduduk sipil yang berusaha menghindari serangan udara Israel. Menurut data PBB, separuh dari populasi Gaza, yang berjumlah sekitar 2,4 juta orang, kini mengandalkan kota ini sebagai tempat perlindungan.

Israel Klaim Telah Bunuh 2 Anggota Operasi Militer Senior Hamas di Rafah

journalofserviceclimatology.org – Menurut laporan dari militer Israel, mereka menyatakan telah melakukan serangan yang menyebabkan kematian tiga orang yang diduga anggota Hamas di Rafah, termasuk dua individu yang dideskripsikan sebagai anggota senior dari operasi militer kelompok tersebut.

Dalam perincian yang disampaikan, Ahmed Eliakubi, yang dikenal memiliki peran penting dalam menyediakan keamanan bagi pemimpin-pemimpin Hamas dan memiliki posisi sebagai komandan senior di wilayah Rafah, termasuk di antara yang tewas. Selain itu, ID militer Israel (IDF) mengidentifikasi Iman Rantisi sebagai anggota senior lainnya yang terbunuh dalam serangan itu. Nama individu ketiga yang meninggal tidak disebutkan secara spesifik.

Namun, ada kesulitan dalam verifikasi independen atas klaim tersebut, mengingat tantangan yang seringkali terjadi dalam melaporkan informasi dari zona konflik.

Rafah sendiri adalah sebuah kota di bagian selatan Gaza yang banyak dihuni oleh penduduk Palestina yang mengungsi dari wilayah lain. Saat ini, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menginstruksikan militer untuk merencanakan evakuasi warga sipil sebagai persiapan untuk kemungkinan serangan darat.

Kota Rafah merupakan salah satu kawasan dengan populasi padat di Gaza yang masih bebas dari kehadiran pasukan Israel. Penduduk setempat telah menyatakan kekhawatiran mereka, mengingat keterbatasan tempat perlindungan yang tersedia jika serangan lebih lanjut terjadi.

AS Akan Tempatkan Nuklir Taktis di Inggris, Rusia Tegang

journalofserviceclimatology.org – Menurut laporan yang dipublikasikan oleh surat kabar The Telegraph dari Inggris, Amerika Serikat sedang mempertimbangkan pengembalian senjata nuklir taktis ke Inggris, sebuah langkah yang belum terjadi selama 15 tahun terakhir. Informasi ini didasarkan pada dokumen dari Pentagon yang menunjukkan rencana pembangunan fasilitas baru di pangkalan Royal Air Force (RAF) Lakenheath di Suffolk, yang tampaknya ditujukan untuk menyimpan bom B61-12, yang memiliki daya ledak lebih besar dibanding bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima.

Penerbangan pesawat tempur F-35 yang dilengkapi kemampuan nuklir ke pangkalan tersebut pada tahun sebelumnya menambah indikasi terhadap rencana ini.

Kabar ini muncul di tengah peningkatan ketegangan antara Rusia dan aliansi NATO, yang telah memuncak karena situasi di Ukraina dan kekhawatiran akan ekspansi NATO ke arah timur, yang Rusia pandang sebagai salah satu pemicu konflik. Moskow telah menyuarakan bahwa langkah Amerika Serikat ini akan memaksa mereka untuk mengambil tindakan balasan.

Di Eropa, diskusi mengenai persiapan untuk kemungkinan konflik bersenjata dengan Rusia menjadi topik panas, dengan pernyataan dari pejabat tinggi militer NATO dan menteri pertahanan dari negara-negara anggota yang menegaskan perlunya kesiapsiagaan militer yang lebih komprehensif.

Sementara itu, Rusia menolak klaim Barat tentang rencana agresi terhadap NATO, dengan menekankan bahwa dakwaan tersebut merupakan bagian dari propaganda untuk membenarkan tindakan agresif yang diambil oleh beberapa negara Barat.

Iran Tegaskan Israel Akan Tenggelamkan AS DAlam Perang di Timur Tengah

journalofserviceclimatology.org – Pernyataan dari Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian, menyampaikan pandangan kritis terhadap situasi di Timur Tengah, khususnya mengenai konflik antara Israel dan Palestina. Menurut laporan dari kantor berita Tasnim, Amirabdollahian mengomentari situasi pasca empat bulan konflik di Jalur Gaza, menyatakan bahwa Israel belum berhasil mencapai tujuannya dan mengingatkan tentang risiko keterlibatan Amerika Serikat yang lebih dalam di kawasan tersebut.

Ditambahkan bahwa Hamas telah mengusulkan sebuah rencana untuk normalisasi politik dalam konflik Palestina-Israel. Selama kunjungannya ke Lebanon, Amirabdollahian juga mengutarakan keberatan terhadap dukungan AS terhadap Israel terkait dengan situasi di Jalur Gaza.

Peristiwa yang berlangsung pada Oktober 2023, di mana Hamas dilaporkan melancarkan serangan roket besar-besaran dari Gaza ke Israel, dikatakan telah menyebabkan korban jiwa dan penculikan. Media Israel juga melaporkan adanya insiden di mana warga negara Israel menjadi korban.

Pada November, Qatar berperan sebagai mediator dalam kesepakatan antara Israel dan Hamas yang mencakup jeda kemanusiaan sementara, pertukaran tahanan, dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Terdapat informasi bahwa lebih dari 100 sandera masih ditahan oleh Hamas.

Menurut laporan, meskipun ada perintah dari Mahkamah Internasional untuk menghentikan aksi yang bisa dikategorikan sebagai genosida, konflik terus berlangsung, dengan AS dikatakan sebagai penyuplai senjata utama kepada Israel.

Penting untuk dicatat bahwa istilah “genosida” adalah istilah hukum yang serius yang memiliki definisi spesifik dalam hukum internasional dan seharusnya hanya digunakan berdasarkan bukti yang kuat dan temuan hukum oleh lembaga internasional yang diakui. Informasi mengenai konflik ini harus ditangani dengan hati-hati dan diverifikasi melalui sumber yang dapat dipercaya dan netral.

Bencana Kelaparan di Jalur Gaza Sangat Memprihatinkan

journalofserviceclimatology.org – Anak-anak Palestina terlihat membawa panci saat mereka antre untuk mendapatkan makanan dari sebuah dapur sosial di tengah kondisi kelangkaan bahan pangan yang terjadi di Rafah, bagian selatan Jalur Gaza, pada tanggal 14 Desember 2023. Situasi kelaparan telah menjadi semakin parah dalam beberapa minggu terakhir, dengan laporan bahwa banyak warga setempat tidak makan selama beberapa hari. Ini menurut laporan yang diterbitkan oleh REUTERS dan dijelaskan oleh fotografer Saleh Salem.

International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) telah menyerukan perhatian global terhadap krisis kemanusiaan di Jalur Gaza, yang menurut mereka, kondisinya sudah berada pada tingkat yang lebih serius daripada bencana alam.

Menurut juru bicara IFRC, Tommaso Della Longa, pengiriman bantuan kemanusiaan yang terbatas ke Gaza dan keruntuhan sistem kesehatan telah memperparah situasi kelaparan di antara penduduk setempat. Della Longa merujuk pada kepungan militer yang dilakukan oleh Israel terhadap Jalur Gaza yang berkelanjutan, termasuk serangan udara yang masih berlangsung.

Della Longa menyuarakan bahwa jumlah bantuan yang diterima Jalur Gaza sangat minim dengan hanya beberapa truk yang diperbolehkan untuk memasuki wilayah tersebut. Ia mempertanyakan kecukupan bantuan tersebut dan menegaskan bahwa perlu ada peningkatan jumlah kiriman bantuan.

Selanjutnya, Della Longa menambahkan bahwa akses terhadap layanan kesehatan di seluruh wilayah Gaza juga mengalami kendala yang signifikan, sehingga memperburuk kondisi kemanusiaan yang sudah mencapai tingkat bencana. Untuk mendukung kehidupan yang layak dan bermartabat, diperlukan lebih banyak bantuan kemanusiaan, serta jaminan keamanan dan keselamatan dalam pengiriman bantuan tersebut.

Penyaluran bantuan kemanusiaan ini harus dikoordinasikan dengan persetujuan dari semua pihak yang terlibat, serta mendapat dukungan dari negara-negara di kawasan dan komunitas internasional. Della Longa menekankan perlunya upaya-upaya diplomatik yang lebih gencar, namun yang paling penting adalah tercapainya gencatan senjata untuk membuka ruang bagi penanganan kemanusiaan yang lebih luas di seluruh Jalur Gaza.

Kondisi di Jalur Gaza terus memburuk dengan setiap menit yang berlalu, dengan para orang tua yang berjuang untuk menemukan susu formula atau makanan untuk anak-anak mereka – sebuah tugas yang menjadi sangat sulit atau bahkan terkadang tidak mungkin. Dari total 2,2 juta penduduk sipil di Gaza, sekitar 1,8 juta di antaranya terpaksa mengungsi berulang kali.

Warga Gaza terpaksa meninggalkan rumah mereka tanpa dapat membawa barang-barang berharga, dan mereka seringkali harus berpindah hingga lima atau enam kali untuk mencari tempat yang aman. Dengan kondisi yang tidak menentu, ketersediaan makanan, air bersih, dan tempat perlindungan menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera diatasi.

Malaysia Batalkan Belasan Hukum Syariah Yang Berlaku di Negara Bagian Kelantan

journalofserviceclimatology.org – Mahkamah Tinggi di Malaysia telah menetapkan serangkaian undang-undang Islam yang diterapkan di negara bagian Kelantan sebagai tidak konstitusional. Melalui keputusan penting ini, Mahkamah Persekutuan yang terdiri dari sembilan hakim menyatakan bahwa 16 statuta yang terkait dengan hukum pidana syariah Kelantan tidak berlaku dan tidak sah.

Undang-undang tersebut mencakup peraturan yang mengkriminalkan tindakan seperti sodomi, inses, perjudian, pelecehan seksual, dan penghinaan terhadap tempat ibadah.

Ketua Hakim Tengku Maimun Tuan Mat menjelaskan bahwa pemerintah negara bagian Kelantan tidak memiliki hak untuk membuat undang-undang tersebut, karena isu-isu tersebut termasuk dalam daftar federal yang hanya dapat diatur oleh parlemen nasional.

Malaysia memiliki sistem hukum ganda, di mana hukum pidana dan keluarga Islam diberlakukan bersamaan dengan hukum sekuler. Hukum Islam dibuat oleh badan legislatif negara bagian, sementara hukum sekuler dibuat oleh parlemen Malaysia.

Dengan pengurusan Kelantan oleh Partai Islam Se-Malaysia (PAS) yang dikenal dengan penerapan hukum Islam yang ketat, keputusan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan kelompok Muslim konservatif, yang merasa keputusan ini dapat melemahkan peranan Islam atau pengadilan syariah di Malaysia.

Akan tetapi, Ketua Hakim Tengku Maimun menegaskan bahwa keputusan ini tidak mempengaruhi posisi Islam di dalam negara tersebut.

Menanggapi keputusan pengadilan, Menteri Urusan Agama, Mohd Na’im Mokhtar, menunjukkan bahwa otoritas Islam dalam pemerintahan akan segera mengambil langkah-langkah untuk memperkuat pengadilan syariah, mengulangi bahwa yurisdiksi peradilan Islam tetap terlindungi di bawah konstitusi federal.

Israel Tidak Peduli Kritik AS, Serang Gaza Hingga Bunuh 9 Orang

journalofserviceclimatology.org – Serangan yang dilakukan oleh Israel terhadap Jalur Gaza dan kota Rafah yang berdekatan dengan perbatasan Mesir pada tanggal 9 Februari mengakibatkan kematian sedikitnya 9 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh South China Morning Post, serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan keberatan terhadap tindakan Israel di Jalur Gaza, menilai bahwa tindakan tersebut bersifat ekstrem.

Menurut laporan, serangan tersebut menyasar warga di Rafah serta sebuah fasilitas yang digunakan sebagai tempat penampungan bagi anak-anak. Korban dari serangan tersebut lantas dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Israel telah menjalankan serangan udara ke daerah pengungsian di Rafah dengan klaim bahwa daerah tersebut merupakan basis dari kelompok Hamas. Israel menyalahkan Hamas atas korban sipil dengan alasan bahwa kelompok tersebut beroperasi dari kawasan yang dihuni penduduk sipil.

Sementara itu, pasukan darat Israel terus beroperasi di kota Khan Younis yang terletak di utara Rafah. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah memberikan peringatan bahwa Rafah akan menjadi target serangan selanjutnya, menyebabkan kecemasan di antara ratusan ribu pengungsi.

Tindakan Israel ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi Mesir, yang mengindikasikan bahwa setiap operasi darat di wilayah Rafah atau perpindahan besar-besaran melintasi perbatasan dapat mengganggu perjanjian perdamaian yang telah bertahan selama 40 tahun antara kedua negara. Perbatasan Gaza-Mesir, yang sebagian besar tertutup, merupakan saluran penting bagi bantuan kemanusiaan.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat jumlah korban tewas Palestina akibat konflik telah melebihi 27.840 orang, dan seperempat populasi Gaza menderita kelaparan.

Biden sebelumnya telah menyuarakan bahwa respons militer Israel di Gaza dinilai berlebihan. Ia tengah berupaya untuk menciptakan jeda yang berkelanjutan untuk membantu warga sipil Palestina yang membutuhkan. Presiden AS itu juga berkomitmen untuk mendorong normalisasi hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Israel, meningkatkan bantuan kemanusiaan untuk warga sipil Palestina, serta mengupayakan gencatan senjata untuk memfasilitasi pembebasan sandera Israel di Gaza.

Biden menekankan perlunya menghentikan penderitaan warga sipil yang tidak bersalah dan menegaskan pentingnya mencari solusi untuk menghentikan kekerasan. Kritik yang disampaikan oleh Biden ini menjadi salah satu yang paling langsung dan tegas terhadap pemerintahan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Presiden Ukraina Tunjuk Kolonel Syrskyi Jenderal Kelahiran Rusia Jadi Panglima Militer

journalofserviceclimatology.org – Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina, telah menunjuk Oleksandr Syrskyi, seorang Kolonel Jenderal, sebagai komandan baru pasukan militer negara tersebut. Keputusan ini diambil setelah adanya perombakan di tingkatan atas militer Ukraina, yang dikaitkan dengan adanya isu ketidakharmonisan antara Zelensky dan Jenderal Valeriy Zeluzhnyi, komandan militer sebelumnya.

Syrskyi dipilih berkat rekam jejaknya dalam memimpin pertahanan di Kyiv selama tahun 2022 dan kontribusinya terhadap serangan balik di Kharkiv di akhir tahun yang sama. Dia mendapat reputasi sebagai pemimpin militer yang kompeten, yang tercermin dari julukannya “macan tutul salju,” dan sekarang menghadapi situasi yang penuh tantangan di tengah ketidakpastian dukungan militer dari Amerika Serikat saat konflik dengan Rusia terus berlanjut.

Sebelum menjadi komandan pasukan darat, Syrskyi telah terlibat dalam pertempuran melawan pemberontak yang didukung Rusia di wilayah timur Ukraina, khususnya di Donetsk dan Luhansk. Pengalamannya yang luas di lapangan dan prestasinya dalam menjaga pertahanan Ukraina pada awal invasi Rusia telah memperkuat posisinya sebagai pemimpin militer.

Lahir di wilayah Vladimir, Rusia, pada Juli 1965, ketika masih bagian dari Uni Soviet, Syrskyi pindah ke Ukraina pada tahun 1980-an. Pada tahun 2019, dia diangkat menjadi komandan angkatan darat Ukraina. Pengakuan atas kemampuannya sebagai pemimpin militer ditandai dengan penganugerahan gelar “Pahlawan Ukraina” pada April 2022, sebagai penghormatan atas perannya dalam mempertahankan ibu kota Kyiv selama invasi Rusia.

Keputusan Zelensky untuk menunjuk Syrskyi mencerminkan kepercayaan pada kemampuan taktis dan kepemimpinan militer Syrskyi di saat negara tersebut menghadapi konflik bersenjata yang berat.

China Bongkar Sampai Habis Kemunafikan AS Soal Gaza

journalofserviceclimatology.org – China menunjukkan ketidakpuasan yang tajam terhadap Amerika Serikat karena menggunakan hak veto terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendesak segera tercapainya gencatan senjata kemanusiaan di Gaza. Pada hari Sabtu tanggal 9 Desember 2023, pernyataan dari China menekankan betapa mereka kecewa dan menyesali langkah tersebut.

Perwakilan China untuk PBB, Zhang Jun, melalui sebuah pernyataan yang dirilis di media sosial resmi, mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam karena resolusi yang didukung oleh hampir seratus negara anggota, termasuk China, gagal disahkan. “Sangat disayangkan resolusi penting untuk gencatan senjata kemanusiaan mendadak terhenti oleh veto,” ujar Zhang Jun, “Meski ada penghentian ini, aspirasi komunitas global terhadap gencatan senjata kemanusiaan tetap kuat dan tidak bisa diabaikan.”

Zhang menambahkan bahwa meskipun terdapat rintangan, China tetap berkomitmen untuk berupaya tanpa henti demi menyelamatkan nyawa dan menuntut keadilan serta perdamaian di wilayah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang terpisah, Zhang mengkritik AS karena terus mendukung konflik yang berlangsung sambil mengklaim kepedulian terhadap nyawa dan keselamatan warga Gaza, memandang ini sebagai tindakan yang kontradiktif dan penuh kepura-puraan.

“Menyaksikan konflik yang berlanjut sambil berpura-pura ingin mengurangi eskalasi konflik hanya akan menipu diri sendiri. Mengklaim perlindungan terhadap hak-hak perempuan dan anak-anak serta hak asasi manusia sambil membiarkan pertempuran terus berlangsung adalah tindakan yang sangat tidak konsisten,” ungkap Zhang.

Dia juga mendesak Israel untuk memperhatikan permintaan dari komunitas internasional dengan mengakhiri tindakan represif terhadap warga Gaza.

China menyerukan dan mendukung upaya diplomasi yang berkelanjutan guna mencapai pembebasan para tahanan dan mendorong tercapainya gencatan senjata di Gaza. Zhang menyeru semua pihak yang terlibat untuk berusaha keras mewujudkan tujuan bersama ini, demi memastikan kelangsungan hidup rakyat Palestina dan memelihara asa perdamaian di Timur Tengah.

Serangan Israel Semakin Membabi Buta Setelah AS Gunakan Veto

journalofserviceclimatology.org – Israel tampaknya meningkatkan agresinya dengan melancarkan serangan serius di berbagai bagian Jalur Gaza menggunakan serangan udara dan artileri. Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat memblokir inisiatif PBB untuk mengadakan gencatan senjata kemanusiaan di wilayah tersebut pada hari Jumat (8/12/2023). Tindak lanjut ini disebut-sebut sebagai tindakan tanpa belas kasihan dari pihak Israel yang dipersepsi sebagai entitas kolonial.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menggunakan wewenang yang diberikan oleh Artikel 99 dari Piagam PBB untuk pertama kalinya, menyoroti situasi di Gaza sebagai ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan global. Guterres menyuarakan keprihatinan mendalam tentang potensi bencana kemanusiaan yang dapat terjadi di Gaza.

Dalam pembelaannya, Wakil Duta Besar AS, Robert Wood, berpendapat bahwa menghentikan operasi militer akan memberikan kesempatan bagi Hamas untuk mempertahankan dominasi di Gaza, yang mungkin akan menanamkan benih konflik di masa depan. Di sisi lain, serangan yang disebut “barbar” oleh Israel sejak awal Oktober telah menyebabkan kematian ribuan orang Palestina di Gaza, dengan mayoritas korban adalah wanita dan anak-anak. Israel juga telah dilaporkan menahan dan membunuh ribuan warga Palestina serta melakukan serangan berulang kali ke kompleks Masjid Al-Aqsa.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza, korban tewas telah melebihi 17.400 orang dalam dua bulan terakhir, dengan lebih dari 46.000 lainnya terluka, di mana sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak.

Serangan intens oleh pasukan udara Israel pada hari Sabtu tersebut digambarkan sebagai tidak kenal ampun dan menyebar luas, menurut pernyataan Guterres. Penduduk Gaza dilaporkan mengalami kesulitan untuk mengakses kebutuhan dasar dan bertahan hidup, dengan perbandingan diri mereka sebagai korban dalam suatu permainan yang berbahaya dan mengancam nyawa.

Guterres menekankan bahwa Gaza berada di ujung tanduk, dengan infrastruktur kemanusiaan yang berada di ambang kehancuran, dan kekhawatirannya bahwa dampaknya bisa sangat merugikan keamanan di seluruh kawasan. Laporan dari Gaza menyebutkan serangan udara dan penembakan terjadi di bagian utara dan selatan, termasuk Rafah yang berdekatan dengan perbatasan Mesir.

Gambaran kehancuran di Gaza, termasuk ruang kelas yang hancur dan penuh puing, menunjukkan dampak dari serangan yang dilakukan. Abu Yasser al-Khatib, warga Rafah, menyuarakan kekecewaannya terhadap AS yang ia anggap telah mengabaikan hak asasi manusia dan aturan hukum internasional. Ia menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak akan meninggalkan tanah mereka meskipun dihadapkan pada kekerasan.

Lebih dari 2.200 orang Palestina telah terbunuh sejak penghentian gencatan senjata kemanusiaan yang berlangsung singkat pada awal Desember, menurut laporan dari Kementerian Kesehatan di Gaza, dengan sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak.

Presiden Palestina Mengatakan AS Kaki Tangan Kejahatan Genosida Israel

journalofserviceclimatology.org – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengecam dengan keras tindakan Amerika Serikat atas penggunaannya hak veto di Dewan Keamanan PBB untuk menghalangi resolusi yang mendesak adanya gencatan senjata secepatnya di Gaza. Pada hari Sabtu (9/12/2023), Abbas menyatakan sikap Amerika sebagai tidak etis dan mendesak Washington untuk bertanggung jawab atas kematian warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak, mengkritik AS sebagai pendukung tindakan Israel yang dikatakannya sebagai genosida.

Melalui laporan yang diterbitkan oleh agensi berita resmi Palestina Wafa, Abbas mengecam pemakaian hak veto oleh AS sebagai tindakan agresif dan amoral, yang menurutnya merupakan pelanggaran nyata terhadap nilai-nilai dan prinsip-prinsip kemanusiaan. Abbas mendesak AS untuk memikul tanggung jawab atas kehilangan nyawa di Gaza, yang ia kaitkan dengan dukungan yang “memalukan” dari AS terhadap tindakan militer dan pendudukan Israel atas rakyat Palestina.

Dengan tegas, Abbas menyatakan bahwa Palestina akan mengambil langkah-langkah serius sebagai respons terhadap tindakan semacam itu, menuduh kebijakan AS membuatnya menjadi kompilis dalam kejahatan-kejahatan seperti genosida, pembersihan etnis, dan kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan Israel di wilayah Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem.

Amerika Serikat telah memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendorong penghentian segera pertumpahan darah di Jalur Gaza, di tengah meningkatnya jumlah korban jiwa. Resolusi yang diusulkan oleh hampir 100 negara anggota PBB tersebut mendapat dukungan dari 13 dari 15 anggota Dewan Keamanan. Inggris, yang memiliki hak veto sebagai anggota tetap, memilih untuk abstain.

Ini merupakan kali kedua AS menggunakan hak vetonya untuk menghalangi resolusi Dewan Keamanan PBB yang berkaitan dengan situasi di Gaza, dengan pertama kali terjadi pada November dalam kasus resolusi yang diusulkan oleh Brasil yang mendesak adanya gencatan senjata kemanusiaan di wilayah yang sedang mengalami krisis tersebut.

Insinyur AS Kontak China Dan Curi Teknologi Pelacak Rudal Nuklir Amerika

journalofserviceclimatology.org – Seorang insinyur di Amerika Serikat dengan asal-usul dari China, Chenguang Gong, berusia 57 tahun, telah dituduh melakukan pencurian terhadap teknologi rahasia militer AS. Teknologi tersebut berkaitan dengan deteksi peluncuran rudal nuklir, rudal balistik, dan rudal hipersonik. Pada hari Rabu, Departemen Kehakiman AS mengumumkan bahwa Gong, yang bekerja untuk sebuah perusahaan di Los Angeles dan menetap di San Jose, California, telah menghadapi dakwaan federal. DOJ menggarisbawahi risiko serius terhadap keamanan nasional AS yang dapat timbul jika informasi ini jatuh ke tangan global.

Gong, yang merupakan warga negara China dan memperoleh kewarganegaraan AS pada tahun 2011, ditangkap pada hari Selasa dan dijadwalkan menghadiri sidang penahanan. Jaksa AS Martin Estrada dari Los Angeles mengungkapkan bahwa Gong telah berusaha memberikan informasi strategis kepada Pemerintah Republik Rakyat China. Antara tahun 2014 dan 2022, Gong diketahui telah mengajukan aplikasi untuk program bakat yang disponsori pemerintah China, sembari bekerja di perusahaan teknologi besar dan kontraktor pertahanan di AS.

Dokumen pengadilan menjelaskan bahwa program bakat tersebut bertujuan mengidentifikasi individu dengan keahlian yang dapat memajukan ekonomi dan kapabilitas militer China. Gong diduga menyusun proposal yang berkaitan erat dengan tugas-tugasnya di Amerika Serikat, dengan menyatakan bahwa hasil kerjanya akan memberi manfaat bagi kemampuan militer China.

Menurut dokumen yang diajukan, Gong telah mentransfer ribuan file digital yang berisi informasi sensitif ke perangkat penyimpanan pribadi dari perusahaan riset tempatnya bekerja di Malibu. Transfer data ini terjadi sekitar bulan Maret hingga April, di mana sebagian besar file ditransfer setelah Gong menerima pekerjaan baru di perusahaan pesaing.

Teknologi yang diduga dicuri oleh Gong meliputi rancangan sensor inframerah canggih untuk sistem deteksi rudal dari luar angkasa dan sensor yang memungkinkan pesawat militer AS mendeteksi rudal pencari panas. Gong bertanggung jawab atas pengelolaan desain dan pengembangan komponen kunci sensor terpadu di perusahaan. File-file yang dia transfer diketahui mengandung data yang diklasifikasikan sebagai “proprietary”, “for official use only”, dan “export controlled”.

Perusahaan tempat Gong bekerja mengambil tindakan pemecatan terhadapnya pada akhir bulan April setelah melaksanakan penggeledahan di tempat kerjanya. Hal ini dilakukan sebagai tanggapan atas kegiatan mencurigakan yang terdeteksi di jaringan perusahaan. Selama proses tersebut, mereka menemukan sebuah flash drive yang berisi data-data yang sudah dipindahkan oleh Gong. Menurut dokumen pengadilan, saat diinterogasi oleh perusahaan, Gong memberikan keterangan yang awalnya terdengar mengalihkan dan saling bertentangan, namun pada akhirnya dia mengakui bahwa dia telah memindahkan file dari laptop kerja ke drive pribadinya dan telah mengakses file-file tersebut menggunakan komputer pribadinya.

Setelah kejadian itu, Gong mulai bekerja di perusahaan lain pada tanggal 1 Mei, tetapi hanya sembilan hari kemudian dia dipecat dari posisi baru tersebut. Pemecatan ini terjadi setelah perusahaan pertama memberitahu perusahaan kedua tentang insiden transfer data yang melibatkan Gong. Dokumen hukum yang diajukan juga mengungkapkan bahwa beberapa file yang diduga dicuri oleh Gong kemudian ditemukan di kediamannya oleh penyidik pada tahun lalu.

 

Menteri Pemuda Spanyol Mengatakan Rakyat Palestina Hidup Kelaparan Disertai Bom dan Genosida

journalofserviceclimatology.org – Sira Rego, Menteri Pemuda dan Anak di Spanyol, telah menyoroti penderitaan rakyat Palestina, yang menurutnya mengalami kelaparan, serangan bom, dan tindakan genosida sebagai dampak dari konflik berkepanjangan dengan Israel di Jalur Gaza, yang sudah berlangsung lebih dari empat bulan. Selama suatu kegiatan yang diadakan oleh UNRWA di Spanyol, Rego, yang merupakan keturunan Palestina, menegaskan bahwa Israel tampaknya mengabaikan aturan-aturan internasional dan berusaha menciptakan sebuah krisis sosial yang berkelanjutan tidak hanya di wilayah Gaza, tetapi juga di seluruh wilayah Palestina.

Meskipun menghadapi rintangan yang berat, Sira Rego menekankan ketabahan dan keteguhan hati rakyat Palestina untuk terus melawan. Dia menguraikan bahwa penduduk Palestina mengalami kondisi yang sangat sulit, termasuk kelaparan, serangan bom, serta tindakan yang dapat digolongkan sebagai genosida. Dia mengingat kembali masa kecilnya di Palestina sebagai sebuah masa yang damai dan penuh kebahagiaan, berbanding terbalik dengan situasi saat ini yang diwarnai dengan tindakan kekerasan dan penindasan sistematis oleh Israel.

Rego juga berbagi tentang latar belakang keluarganya, yang bermukim di Ramallah dan Yerusalem Timur, dengan sang ayah yang merupakan seorang dokter pensiunan. Meskipun dia telah mengajak mereka untuk pindah ke Spanyol, keluarganya memilih untuk tetap di Palestina walaupun dalam kesulitan. Rego menambahkan bahwa cerita keluarganya ini hanyalah salah satu dari sekian banyak kisah yang dialami jutaan keluarga lainnya di Palestina, yang bertahan di tengah ujian dan kesulitan yang dihadapi setiap hari.

Ribuan Petani di Spanyol Kembali Blokir Jalan Menggunakan Traktor

journalofserviceclimatology.org – Ribuan petani di Spanyol menggunakan traktor untuk menghadang jalan-jalan pada hari Rabu, 7 Februari, dalam aksi yang berlanjut selama dua hari. Protes ini merupakan tanggapan terhadap kebijakan impor makanan yang menurut mereka merugikan dan regulasi yang dianggap memberatkan para petani. Demonstrasi serupa juga terjadi di beberapa negara Eropa lain, termasuk Prancis dan Belgia.

Berdasarkan laporan dari Direktorat Jenderal Transportasi Darat Spanyol, petani berkumpul sejak subuh di berbagai jalan utama yang mengakibatkan gangguan lalu lintas, khususnya di daerah Andalusia di bagian selatan, serta Catalonia dan Navarra di bagian timur laut. Mereka berencana untuk melakukan kumpul di Barcelona, kota terbesar kedua Spanyol dan ibu kota Catalonia, di depan gedung pemerintahan lokal.

“Para petani menggunakan traktor untuk memblokir akses menuju pelabuhan Malaga di selatan Andalusia,” menurut pernyataan otoritas setempat. Tiga serikat petani besar di Spanyol, yaitu Asaja, Coag, dan UPA, tidak berpartisipasi dalam demonstrasi yang dimulai Selasa tersebut. Namun, mereka memiliki agenda protes terpisah yang dijadwalkan minggu ini, termasuk di Salamanca di barat laut pada hari Kamis dan di Bilbao di utara pada hari Jumat.

Para petani di Eropa tersebut mengungkapkan keberatan mereka atas meningkatnya biaya produksi, harga bahan bakar yang tinggi, regulasi administratif yang ketat, dan kebijakan lingkungan dalam Kebijakan Pertanian Bersama (CAP) Uni Eropa serta inisiatif “Green Deal”.

Ketiga serikat tersebut menilai CAP sangat kompleks dan menempatkan produk lokal dalam posisi yang tidak menguntungkan dibandingkan dengan komoditas impor. Mereka telah menjadwalkan pertemuan penting dengan Menteri Pertanian Spanyol, Luis Planas, pada hari Jumat untuk membahas solusi atas permasalahan ini.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, dalam sesi parlemen, menyatakan dukungannya kepada petani dan menekankan berbagai tindakan yang telah diambil oleh pemerintahannya dalam beberapa tahun terakhir untuk mendukung sektor pertanian, terutama dalam mengatasi masalah kekeringan yang berkepanjangan. Ia berjanji untuk menyederhanakan regulasi CAP dan memperbaiki legislasi untuk mencegah kerugian yang dialami oleh petani.

Sebagai salah satu produsen buah dan sayuran terbesar di Eropa, Spanyol menghadapi tantangan dalam sektor pertaniannya, yang tidak sedikit diakibatkan oleh defisit hujan yang melanda semenanjung Iberia selama tiga tahun terakhir.

Palestina Tolak Pindahkan Titik Perbatasan Rafah Seperti Yang Israel Mau

journalofserviceclimatology.org – Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, menentang inisiatif Israel untuk memindahkan atau mengubah perbatasan Rafah, yang merupakan penghubung antara Jalur Gaza dan Mesir.

“Upaya Israel untuk memindahkan perbatasan ke lokasi baru merupakan hal yang kami tolak. Masalah ini adalah urusan internal antara Mesir dan Palestina,” ujar Shtayyeh pada hari Senin, 5 Februari. Laporan dari media Israel, Channel 13, pada Sabtu, 3 Februari, menyebutkan bahwa ada pertimbangan dari pihak Israel untuk memindahkan perbatasan Rafah ke wilayah Kerem Shalom.

Tujuan dari pemindahan penyeberangan ke titik pertemuan perbatasan antara Israel, Gaza, dan Mesir adalah untuk mengeliminasi kemungkinan campur tangan Kairo dalam pengelolaan perbatasan tersebut, menurut laporan dari Anadolu Agency. Perbatasan Rafah merupakan saluran penyeberangan utama antara Mesir dan Jalur Gaza.

Pasca serangan yang dilakukan oleh fraksi Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023, Israel melancarkan serangan yang mengakibatkan kematian minimal 27.365 warga Palestina dan melukai 66.630 orang lainnya, sementara hampir 1.200 warga Israel dipercaya telah kehilangan nyawa akibat serangan balasan dari Hamas.

Serangan dari Israel telah mengakibatkan sekitar 85% populasi Gaza mengungsi, menghadapi krisis kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Lebih lagi, sekitar 60% dari infrastruktur di wilayah tersebut dilaporkan rusak atau hancur, sebagaimana diungkapkan oleh PBB.

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menyatakan bahwa target operasi militer selanjutnya di Jalur Gaza adalah kota Rafah di selatan, yang dianggapnya sebagai benteng terakhir bagi Hamas Palestina.

Dalam sebuah konferensi pers yang dilaporkan oleh media nasional KAN, Gallant mengatakan bahwa para pejuang Hamas dan pemimpinnya menggunakan Rafah sebagai tempat persembunyian. “Kami akan memperluas serangan kami ke wilayah yang belum kami targetkan sebelumnya di tengah dan selatan Jalur Gaza, terutama ke Rafah selaku kubu terakhir Hamas,” ujarnya.

Pengumuman Israel untuk menargetkan Rafah ini dibuat bersamaan dengan peringatan lima bulan serangan mereka di Jalur Gaza yang dimulai sejak 7 Oktober 2023. Agresi Israel bermula dari utara Gaza, bergerak ke tengah termasuk Khan Younis, menghancurkan infrastruktur dan menyebabkan jutaan orang harus mengungsi.

Rencana 3 Tahap Gencatan Senjata di Gaza Usulan Hamas

journalofserviceclimatology.org – Gerakan HAMAS telah mengemukakan sebuah usulan gencatan senjata bertahap di Gaza, Palestina, yang meliputi periode damai selama total 135 hari sebagai syarat untuk pelepasan tawanan, menurut informasi yang diterima dari seorang sumber Palestina pada hari Rabu, 7 Februari.

Pihak-pihak yang terlibat, termasuk Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat, mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa mereka telah menerima usulan detail dari HAMAS terkait kerangka kerja untuk gencatan senjata di Gaza dan proses pertukaran tawanan dengan Israel. “Usulan dari HAMAS terbagi dalam tiga fase, dimana setiap fase berdurasi 45 hari. Selama masa tersebut, akan terjadi penghentian total operasi militer dari kedua belah pihak dan dilakukannya pelepasan tahanan serta tawanan,” ungkap sumber tersebut kepada agensi Anadolu.

Untuk fase pertama, HAMAS bersedia melepaskan wanita, anak-anak, orang tua, dan mereka yang sakit yang saat ini ditahan oleh mereka, sebagai bagian dari kesepakatan yang mengharuskan Israel untuk membebaskan 1.500 tahanan mereka. “Fase awal dari rencana damai di Gaza ini juga mencakup pengiriman bantuan melalui tidak kurang dari 500 truk, pemulangan pengungsi, dan kebebasan pergerakan di seluruh wilayah Gaza,” tambah sumber tersebut. Selain itu, HAMAS meminta izin untuk memasukkan sekurang-kurangnya 60.000 unit perumahan sementara dan 200.000 tenda ke dalam wilayah Gaza pada fase pertama ini.

Serangan Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur. (Anadolu/Ant/Z-4)

Penyebab Pintu Pesawat Boeing Lepas Ditemukan, Ternyata Karena Ini

journalofserviceclimatology.org – Badan Keselamatan Transportasi Nasional (National Transportation Safety Board/NTSB) Amerika Serikat melaporkan pada hari Selasa, 6 Februari, bahwa temuan awal investigasi mereka menunjukkan bahwa empat baut pengunci “hilang” saat sebuah pintu steker (plug door) dari pesawat Alaska Airlines terlepas selama penerbangan pada tanggal 5 Januari.

Menurut temuan awal NTSB, pola kerusakan yang teramati dan ketiadaan kerusakan akibat kontak atau deformasi di sekitar lubang-lubang yang terkait dengan baut penahan gerakan vertikal dan baut rel panduan atas pada fitting rel panduan atas, fitting engsel, dan fitting panduan engsel bawah belakang yang berhasil ditemukan, menunjukkan bahwa empat baut yang berfungsi untuk mencegah gerakan naik dari steker pintu keluar tengah (mid exit door/MED) tidak berada di tempatnya sebelum steker MED bergerak ke atas dari bantalan penghenti (stop pad).

Pintu steker yang bersangkutan awalnya dipasang oleh kontraktor Spirit AeroSystems di Kansas. Kemudian, ketika pesawat tersebut dikirim ke fasilitas perakitan Boeing di Renton, Washington, ditemukan sebuah rivet yang rusak pada badan pesawat yang menyebabkan perlu pembongkaran pintu steker untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Setelah perbaikan selesai dilaksanakan oleh tim Spirit AeroSystems di fasilitas Boeing, ditemukan bahwa keempat baut tersebut tidak terpasang kembali, hal ini didasarkan pada bukti berupa foto yang diserahkan oleh Boeing kepada NTSB. Boeing menyatakan penghargaannya atas usaha yang dilakukan oleh NTSB dan menjanjikan akan segera mengevaluasi hasil temuan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Boeing menegaskan komitmennya untuk bekerja sama sepenuhnya dan dengan transparansi selama proses investigasi oleh NTSB dan Federal Aviation Administration (FAA).

Boeing menyadari pentingnya tanggung jawab atas kejadian tersebut. Presiden dan CEO Boeing, Dave Calhoun, menekankan bahwa insiden semacam itu tidak seharusnya terjadi pada produk yang dihasilkan oleh perusahaan mereka dan mengakui kebutuhan untuk meningkatkan standar kerja untuk memenuhi ekspektasi pelanggan serta keselamatan penumpang.

Calhoun menjelaskan bahwa Boeing sedang mengadopsi rencana komprehensif untuk meningkatkan kualitas dengan langkah-langkah konkret dan transparansi penuh. Perusahaan telah memastikan bahwa semua steker MED 737-9 terpasang dengan benar dan sesuai spesifikasi. Boeing juga sedang mengambil langkah-langkah tambahan untuk memperbaiki kualitas dan konsistensi pada lini produksi 737.

Lebih lanjut, Calhoun menyatakan bahwa Boeing membuka fasilitas produksinya kepada para pelanggan 737 agar dapat melakukan inspeksi mandiri, serta mendukung tindakan investigasi, audit, dan pengawasan yang dijalankan oleh FAA secara transparan.

Calhoun menambahkan bahwa pengawasan ekstra ini, baik dari perusahaan itu sendiri, regulator, maupun pelanggan, akan membantu meningkatkan standar Boeing. Menurutnya, upaya peningkatan ini akan membuat perusahaan beroperasi dengan lebih baik.

Sebanyak 25 Orang Tewas Dalam Serangan Teroris di Pakistan Jelang Pemilu

journalofserviceclimatology.org – Dua puluh lima individu meninggal dunia dan banyak lainnya mengalami cedera karena dua serangan bom yang terpisah di Pakistan pada Rabu, 7 Februari 2024, tepat sebelum pemilihan nasional yang diwarnai dengan ketegangan.

Insiden pertama dalam rangkaian serangan yang terkait dengan pemilihan ini terjadi di distrik Pishin yang terletak di wilayah barat daya provinsi Balochistan, sehari menjelang pemilihan, sebagaimana diinformasikan oleh Juma Dad, Wakil Komisaris distrik, kepada media. Menurut Dad, ledakan terjadi di tengah kerumunan pendukung seorang kandidat independen yang berkumpul di luar kantor kampanyenya.

Disebutkan oleh Dad bahwa bom tersebut ditempatkan di atas sebuah sepeda motor yang terparkir di dekat lokasi kejadian. Dr. Habib, seorang anggota staf medis dari rumah sakit pemerintah setempat, memberi keterangan kepada Geo News bahwa jumlah korban yang meninggal telah mencapai 15 orang, dengan lebih dari 30 orang cedera yang telah dilarikan ke rumah sakit, dimana banyak di antara mereka berada dalam kondisi yang serius.

Beberapa jam setelah serangan pertama, wilayah Qila Saifullah yang terletak tidak jauh dari lokasi sebelumnya juga mengalami serangan bom yang mengakibatkan sepuluh orang meninggal dan beberapa lainnya terluka.

Menurut pernyataan Jan Achakzai, Menteri Informasi Balochistan kepada agensi Anadolu, lokasi yang menjadi target adalah kantor pemilihan dari partai politik Jamiat Ulema Islam. Sampai saat ini, belum ada pihak yang mengklaim tanggung jawab atas serangan tersebut. Cuplikan yang ditayangkan oleh media setempat ARY News memperlihatkan para petugas penyelamat dan warga sekitar yang bergerak cepat membantu memindahkan korban dan yang terluka ke ambulans untuk segera diberikan perawatan medis.

Achakzai menegaskan bahwa serangan teror ini merupakan usaha terkini untuk mengganggu pemilihan yang akan datang. “Namun, saya ingin menyampaikan bahwa jadwal pemilu akan tetap berlangsung seperti yang telah direncanakan,” ujar Achakzai dengan tegas. Dalam total peristiwa di wilayah Balochistan dan Khyber Pakhtunkhwa barat laut selama periode dua minggu kurang ini, tercatat bahwa tidak kurang dari empat puluh orang telah kehilangan nyawa, termasuk di antaranya 24 orang yang diduga sebagai pelaku teror dan 14 personil keamanan.